BANTAENGNEWS.COM – MAKASSAR – Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, melakukan kunjungan ke Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (UNHAS), Kamis (25/6), guna membahas peluang kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan FIB UNHAS.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Pertemuan FIB UNHAS tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi dan kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh pihak Fakultas Ilmu Budaya terkait penjajakan kolaborasi di berbagai bidang pengembangan sumber daya manusia dan penelitian.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu program yang menjadi fokus pembahasan adalah kerja sama pengajaran Bahasa Jepang di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bantaeng. Program ini diarahkan untuk mendukung peningkatan kompetensi calon tenaga kerja Indonesia yang akan bekerja di Jepang.
Bupati Bantaeng menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng memiliki sejumlah fasilitas pendidikan dan pelatihan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program tersebut, termasuk Akademi Komunitas (AKOM) dan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kami memiliki AKOM dan BLK yang dapat menjadi sarana pelaksanaan pelatihan Bahasa Jepang bagi calon tenaga kerja. Namun, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga pengajar Bahasa Jepang. Karena itu, kami sangat mengharapkan kolaborasi dari Fakultas Ilmu Budaya UNHAS sebagai bagian dari solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut,” ujar Bupati.
Selain penguatan kapasitas tenaga kerja, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan pengembangan identitas daerah Kabupaten Bantaeng. Upaya tersebut dapat diawali melalui penelitian bersama yang melibatkan akademisi dan pemerintah daerah, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan diseminasi hasil penelitian melalui seminar, workshop, focus group discussion (FGD), maupun kuliah umum.

Secara akademis, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dinilai memiliki peran penting dalam menghasilkan kebijakan berbasis riset (evidence-based policy). Pendekatan ini memungkinkan perumusan program pembangunan yang lebih terukur, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta memiliki landasan ilmiah yang kuat.
Kerja sama di bidang pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia juga sejalan dengan upaya peningkatan daya saing daerah di tengah tantangan globalisasi dan kebutuhan tenaga kerja yang semakin kompetitif.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Putri Fatimah Nurdin, dosen Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Yayasan Bantuan Hukum Perempuan dan Anak Bangkit (YBH PA Bangkit).
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya sinergi yang lebih kuat antara Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan Universitas Hasanuddin dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia, pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas pembangunan daerah yang berkelanjutan.













