BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 12 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mendorong pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui program “pembuatan dan sosialisasi Lubang Resapan Biopori” di Desa Bontomaccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.

Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi air sekaligus pengelolaan sampah organik rumah tangga. Melalui penerapan biopori, masyarakat diperkenalkan pada metode sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat dan fungsi Lubang Resapan Biopori. Mahasiswa menjelaskan bahwa biopori dapat membantu meningkatkan resapan air hujan ke dalam tanah sekaligus menjadi media penguraian sampah organik rumah tangga.
Usai sosialisasi, mahasiswa KKN bersama masyarakat melakukan praktik langsung pembuatan biopori di lingkungan Kantor Desa Bontomaccini. Pipa biopori yang telah diberi lubang dipasang ke dalam tanah, kemudian diisi dengan sampah organik rumah tangga sebagai bahan yang dapat terurai secara alami.

Moh. Aryansyah Rizqullah Daenunu selaku Koordinator Desa KKN Gelombang 116 Bontomaccini Tematik Pemberdayaan Desa menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat memperoleh pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam mengelola lingkungan.
“Melalui program biopori ini, kami ingin memberikan edukasi praktis kepada masyarakat Bontomaccini bahwa pengelolaan sampah dan pencegahan masalah lingkungan bisa dimulai dari pekarangan rumah sendiri. Tanggapan dan partisipasi warga selama kegiatan sangat luar biasa,” ungkapnya.
Antusiasme masyarakat terlihat selama proses sosialisasi dan praktik pembuatan biopori. Warga mendapatkan pemahaman mengenai cara sederhana memanfaatkan sampah organik sekaligus membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air.

Pemerintah Desa Bontomaccini juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat mendorong keberlanjutan penerapan biopori setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Gelombang 116 berharap praktik pengelolaan sampah organik dan konservasi air dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat. Penerapan biopori secara berkelanjutan diharapkan turut mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan memiliki daya resap air yang lebih baik.













