BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 19 Agustus 2026 — Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan menjadi perhatian mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas). Berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mahasiswa KKN Unhas menggelar program “Masyarakat Peduli Pangan Aman” di Desa Pa’jukukang, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu (7–8 Agustus 2026), tersebut menyasar masyarakat dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya memastikan pangan yang dikonsumsi aman, higienis, dan berkualitas.
Hari pertama dilaksanakan di Kantor Desa Pa’jukukang, kemudian dilanjutkan pada hari kedua di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pa’jukukang.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai potensi bahaya pada pangan, mulai dari cemaran biologis, kimia, hingga fisik. Edukasi juga diarahkan pada penerapan 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga dalam aktivitas sehari-hari.
Tak hanya itu, mahasiswa turut mengingatkan masyarakat agar membiasakan diri melakukan Cek KLIK, yakni memastikan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa sebelum membeli maupun mengonsumsi produk pangan olahan.
Mahasiswa KKN Unhas yang menggagas program tersebut, Andi Nur Afiah Inayah, mengatakan kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebatas sosialisasi, tetapi dapat membentuk kebiasaan baru di lingkungan keluarga.
“Melalui program Masyarakat Peduli Pangan Aman ini, kami berharap dapat saling berbagi pengetahuan dengan masyarakat Desa Pa’jukukang agar senantiasa cermat dalam memilih serta mengolah makanan keluarga. Harapan kami, kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan fasilitas pengolahan serta memperhatikan keamanan produk dapat menjadi usaha bersama dalam memastikan seluruh anggota keluarga terhindar dari bahaya cemaran pangan,” ujar Afiah.
Menurutnya, keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.
Sementara itu, Bidan Desa Pa’jukukang, Enny Aryati, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi keamanan pangan memiliki kaitan erat dengan upaya menjaga kesehatan masyarakat.
“Untuk tubuh yang sehat nyata dan terkontrol, bisa dimulai dari pangan yang aman,” tutur Enny.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap masyarakat Desa Pa’jukukang semakin memahami pentingnya memilih, mengolah, menyimpan, dan mengonsumsi pangan secara aman.
Lebih dari sekadar kegiatan sosialisasi, program “Masyarakat Peduli Pangan Aman” menjadi langkah nyata mahasiswa KKN Unhas dalam mendorong terbentuknya budaya konsumsi pangan yang cerdas, higienis, dan aman, sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat bahwa kesehatan keluarga berawal dari pangan yang dikonsumsi setiap hari.













