BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 19 juli 2026 — Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Eremerasa, Andi Kaimal Ahmad, memberikan edukasi kepada petani mengenai karakteristik buah durian unggul sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman terhadap mutu genetik dan kualitas hasil hortikultura.
Dalam perspektif agronomi dan hortikultura, menurut Andi Kaimal Ahmad, identifikasi buah unggul tidak hanya didasarkan pada ukuran buah, tetapi juga mencakup karakteristik morfologi, fisiologi, organoleptik, serta persentase bagian buah yang dapat dikonsumsi.
“Durian merupakan tanaman buah asli Indonesia yang secara umum banyak dikaitkan dengan wilayah Pulau Kalimantan. Tanaman ini dikenal sebagai raja buah karena memiliki karakteristik buah yang khas dan siklus produksinya sering dikaitkan dengan musim panen sejumlah komoditas buah lainnya,” jelasnya.
Ia menyebutkan, salah satu indikator penting durian berkualitas adalah tekstur aril atau daging buah. Durian unggul umumnya memiliki daging buah yang lunak, bertekstur kering, serta tidak terlalu lengket.
Selain itu, ketebalan daging buah menjadi salah satu parameter mutu fisik. Durian dengan kualitas unggul idealnya memiliki ketebalan daging lebih dari 2 sentimeter, dengan biji yang relatif kempes atau berukuran kecil.
“Persentase bagian buah yang dapat dimakan juga menjadi indikator penting. Durian unggul memiliki bagian edible atau bagian yang dapat dikonsumsi lebih dari 20 persen dari keseluruhan buah,” terangnya.
Dari aspek organoleptik, lanjutnya, durian unggul memiliki aroma yang tidak terlalu menyengat, warna daging buah cenderung lebih jingga, serta cita rasa manis dengan tingkat kepahitan yang rendah.
Karakteristik lain yang perlu diperhatikan adalah area penempelan inti buah yang sempit. Menurutnya, parameter tersebut turut berpengaruh terhadap kualitas konsumsi dan proporsi daging buah.
Andi Kaimal Ahmad juga menjelaskan bahwa durian termasuk dalam kelompok buah klimakterik. Buah klimakterik memiliki pola pematangan yang tetap dapat berlangsung setelah buah dipanen, sehingga durian dapat diperam tanpa mengurangi kualitas buah apabila proses dan tingkat kematangannya diperhatikan dengan baik.
“Pemahaman terhadap karakteristik buah unggul sangat penting bagi petani, khususnya dalam menentukan pohon induk, melakukan seleksi tanaman, dan mengembangkan varietas yang memiliki nilai ekonomi serta daya saing tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, edukasi mengenai karakteristik durian tersebut diharapkan dapat menjadi pengetahuan dasar bagi petani dalam mendukung pengembangan komoditas hortikultura berbasis mutu, seleksi varietas, dan peningkatan produktivitas kebun.
BPP Eremerasa terus mendorong peningkatan kapasitas petani melalui penyuluhan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian, khususnya dalam pengembangan tanaman buah-buahan yang memiliki potensi ekonomi di Kabupaten Bantaeng.













