BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 6 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Penguatan UMKM Desa melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna Berbasis QRIS” di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng. Program yang berlangsung pada 2 Juli hingga 14 Agustus 2026 ini bertujuan mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya pada sektor pertanian, melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Program tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin dalam mendukung digitalisasi ekonomi desa sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Penerapan teknologi tepat guna diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan transaksi, memperluas akses pasar, serta memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan ekonomi digital.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan untuk mengidentifikasi kondisi dan kebutuhan pelaku UMKM di Desa Bonto Tallasa. Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai manfaat, mekanisme, serta tata cara penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan proses pendaftaran QRIS bagi pelaku usaha yang bersedia mengadopsi sistem tersebut.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa juga melakukan evaluasi penggunaan QRIS, menyerahkan QRIS yang telah dicetak dan dilaminasi, serta membagikan buku panduan penggunaan QRIS agar pelaku UMKM dapat mengoperasikan sistem pembayaran digital secara mandiri.
Mahasiswa pelaksana program, Zulkifli Hatta, menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan usaha masyarakat.
“Penerapan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dalam melayani transaksi secara cepat, aman, dan efisien. Selain memudahkan konsumen yang ingin melakukan pembayaran non-tunai, penggunaan QRIS juga membantu pelaku usaha mencatat transaksi dengan lebih rapi serta menjadi langkah awal menuju digitalisasi UMKM di Desa Bonto Tallasa,” ujar Zulkifli.
Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat, khususnya para pelaku UMKM yang berpartisipasi aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan, proses pendaftaran QRIS, hingga pendampingan penggunaan sistem pembayaran digital. Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong inovasi ekonomi berbasis teknologi di tingkat desa.
Salah seorang pelaku UMKM, Rezky, mengaku merasakan manfaat langsung dari program tersebut.
“Dengan adanya QRIS, pelanggan memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran sehingga transaksi menjadi lebih mudah dan praktis. Kami berharap penggunaan QRIS dapat membantu usaha kami semakin berkembang, menjangkau lebih banyak pelanggan, serta mengikuti perkembangan teknologi yang saat ini semakin pesat,” tuturnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Bonto Tallasa yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari pengembangan usahanya. Digitalisasi pembayaran diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih modern, adaptif, dan berdaya saing sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Program ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kapasitas UMKM, Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan teknologi digital, serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mempercepat transformasi ekonomi desa.













