Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN Unhas gelombang 116 Edukasi Warga Desa Papanloe Cegah Kejahatan Siber Lewat Program “Cyber Shield”

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 31 juli 2026 – Meningkatnya ancaman kejahatan di ruang digital mendorong Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin Gelombang 116 menghadirkan edukasi keamanan siber bagi masyarakat. Melalui program kerja individu bertajuk “Cyber Shield: Lindungi Diri dari Bahaya dan Kejahatan di Dunia Maya”, warga Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, dibekali pengetahuan untuk mengenali sekaligus mencegah berbagai bentuk kejahatan digital, Selasa (28/7/2026).

Program tersebut diinisiasi oleh Andi Aspadillah, mahasiswa Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta yang didominasi oleh ibu-ibu mendapatkan pemahaman mengenai berbagai modus kejahatan siber, mulai dari phishing, penipuan daring (online scam), pencurian identitas, peretasan akun media sosial, penyebaran hoaks, hingga cyberbullying. Selain itu, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, membuat kata sandi yang kuat, mengaktifkan autentikasi dua faktor (two-factor authentication), serta mengenali tautan dan aplikasi yang mencurigakan.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Warga tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai modus penipuan digital yang pernah mereka alami. Sejumlah peserta mengaku pernah menerima tautan mencurigakan hingga menghadapi upaya peretasan akun media sosial.

Andi Aspadillah mengatakan bahwa meningkatnya penggunaan internet harus diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan digital agar masyarakat tidak mudah menjadi korban kejahatan siber.

“Literasi digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu melindungi data pribadi, mengenali berbagai modus kejahatan siber, serta memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia berharap melalui program Cyber Shield, masyarakat Desa Papanloe semakin sadar akan pentingnya keamanan digital dan mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap edukasi ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga risiko menjadi korban kejahatan siber dapat diminimalkan,” tambahnya.

Pelaksanaan program kerja ini turut mendapat pendampingan dari Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Dr. Syaribulan, S.Si., M.Si., yang senantiasa memberikan arahan dan masukan kepada mahasiswa selama proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Melalui edukasi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat semakin cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital, sehingga tercipta lingkungan digital yang lebih aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi digital masyarakat dan SDGs 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) dengan mendorong terciptanya ruang digital yang aman, inklusif, dan bertanggung jawab.