BANTAENGNEES.COM – BANTAENG, 12 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong digitalisasi transaksi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, melalui program pendampingan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, tersebut merupakan program kerja individu mahasiswa KKN Gelombang 116. Program ini diarahkan untuk membantu pelaku UMKM memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai yang lebih praktis sekaligus mendukung kesiapan usaha masyarakat dalam menghadapi perkembangan ekonomi digital.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai manfaat pembayaran digital, mendampingi pelaku usaha dalam proses penggunaan QRIS, serta membantu pemasangan stiker QRIS pada toko atau tempat usaha. Pendampingan tersebut dilakukan secara langsung dengan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing pelaku UMKM.
Penanggung jawab program, Naura, mengatakan bahwa pemanfaatan QRIS diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi pelaku usaha maupun pelanggan dalam melakukan transaksi.
“Dengan QRIS, transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan tercatat dengan lebih rapi. Ini juga menjadi langkah awal agar UMKM di Desa Bonto Maccini semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital,” ujar Naura.
Salah satu pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan, Jumakking, pemilik toko bangunan di Desa Bonto Maccini, menyambut baik program tersebut. Menurutnya, kehadiran QRIS memberikan alternatif pembayaran bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai.
“Program ini sangat membantu kami. Sebelumnya, ada pelanggan yang tidak membawa uang tunai sehingga transaksi terkadang batal. Dengan adanya QRIS, pembayaran menjadi lebih mudah dan cepat, serta transaksi dapat tercatat dengan lebih rapi,” ungkap Jumakking.
Program ini juga mendapat dukungan dari aparat Desa Bonto Maccini yang turut membantu proses sosialisasi kepada masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan pembayaran digital di kalangan pelaku UMKM dan mendorong keberlanjutan program setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.

Selain memberikan kemudahan dalam transaksi, digitalisasi pembayaran juga berpotensi membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan tata kelola usaha. Transaksi yang terdokumentasi secara digital dapat menjadi salah satu pendukung dalam proses pencatatan omzet dan pengelolaan keuangan usaha.
Program digitalisasi pembayaran melalui QRIS ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya melalui penguatan kapasitas pelaku usaha dan pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Gelombang 116 Unhas berharap penggunaan QRIS dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pelaku UMKM di Desa Bonto Maccini. Digitalisasi transaksi diharapkan tidak hanya mempermudah aktivitas jual beli, tetapi juga meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kesiapan UMKM dalam mengikuti perkembangan ekonomi digital.













