BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 9 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan edukasi dan pelatihan pembuatan pakan fermentasi (silase) berbahan dasar hijauan ternak di Dusun Pammelangan, Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Kamis (13/6/2026), Kegiatan bertajuk “Pembuatan Pakan Fermentasi Silase dari Rumput Hijauan untuk Pakan Ternak Ruminansia” tersebut diinisiasi oleh Suhaela, mahasiswa Fakultas Peternakan Unhas, Program Studi Peternakan. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peternak, dalam mengolah sumber daya lokal menjadi pakan ternak yang dapat disimpan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Kegiatan mendapat antusiasme dari masyarakat setempat. Peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai konsep dan manfaat silase, tetapi juga mengikuti demonstrasi secara langsung mengenai tahapan pembuatannya.
Dalam praktik tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan rumput hijauan menjadi silase, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, proses fermentasi, hingga tahap penyimpanan. Praktik langsung ini diharapkan memberikan pemahaman teknis kepada peternak agar mampu menerapkan pembuatan silase secara mandiri.
Suhaela menjelaskan, pemanfaatan teknologi fermentasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu peternak menghadapi persoalan ketersediaan hijauan pakan, terutama pada musim kemarau.
“Silase dapat dimanfaatkan sebagai cadangan pakan ketika ketersediaan hijauan berkurang. Hijauan yang melimpah dapat diolah dan diawetkan melalui proses fermentasi sehingga dapat digunakan pada waktu yang dibutuhkan,” jelas Suhaela.
Menurutnya, penerapan teknologi pembuatan silase juga memungkinkan peternak memanfaatkan hijauan yang tersedia secara lebih optimal. Ketersediaan cadangan pakan menjadi penting untuk menjaga kontinuitas pemberian pakan kepada ternak ketika kondisi lingkungan menyebabkan hijauan segar lebih sulit diperoleh.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Unhas turut mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna yang sederhana dan dapat diterapkan sesuai dengan potensi lokal Desa Bonto Rannu. Transfer pengetahuan melalui praktik langsung diharapkan dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
Program ini merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Unhas yang mengintegrasikan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Dengan adanya edukasi dan praktik pembuatan silase, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan penyediaan cadangan pakan secara mandiri. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha peternakan, meningkatkan efisiensi pemanfaatan hijauan, serta mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 2 (Tanpa Kelaparan) melalui dukungan terhadap ketahanan pangan dan sektor peternakan; SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui transfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat; serta SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal.













