Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T Unhas Kenalkan Bahasa Mandarin kepada Siswa SMP Negeri 2 Pa’jukukang sebagai Bekal Menghadapi Peluang Global

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 2 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program edukasi bertajuk “Mulai dari ‘Nǐ Hǎo’, Jelajahi Peluang Masa Depan: Edukasi dan Pengenalan Bahasa Mandarin sebagai Bekal Menghadapi Peluang Global” di SMP Negeri 2 Pa’jukukang, Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kompetensi generasi muda melalui pengenalan bahasa asing sejak usia sekolah.

Program kerja individu tersebut dilaksanakan oleh Monalisa Burhan, mahasiswa KKN-T Posko Papanloe 2 Universitas Hasanuddin. Kegiatan dirancang untuk memperkenalkan dasar-dasar Bahasa Mandarin sekaligus memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi tantangan pendidikan, perkembangan teknologi, dan persaingan dunia kerja di era global.

Dalam pelaksanaannya, siswa memperoleh materi dasar Bahasa Mandarin yang meliputi salam sehari-hari, perkenalan diri, penyebutan angka, serta kosakata sederhana yang sering digunakan dalam komunikasi. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh peserta didik, sehingga proses belajar berlangsung lebih efektif dan tidak membosankan.

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan dipadukan dengan praktik pengucapan (pronunciation), permainan edukatif, simulasi percakapan sederhana, serta sesi tanya jawab. Pendekatan interaktif tersebut mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan mendorong siswa untuk berani mencoba mengucapkan kosakata Bahasa Mandarin secara langsung.

Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, aktif menjawab pertanyaan, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap Bahasa Mandarin sebagai salah satu bahasa internasional yang banyak digunakan di berbagai sektor, seperti pendidikan, perdagangan, teknologi, pariwisata, dan komunikasi global.

Selain memberikan pengenalan bahasa, Monalisa juga mengedukasi siswa mengenai berbagai peluang yang dapat diraih melalui kemampuan berbahasa asing. Ia menjelaskan bahwa penguasaan Bahasa Mandarin dapat membuka kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar, memperoleh beasiswa pendidikan, memperluas jaringan internasional, hingga meningkatkan daya saing dalam memasuki dunia kerja, terutama pada perusahaan nasional maupun multinasional yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi bahasa asing.

Monalisa Burhan selaku penanggung jawab program kerja menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi motivasi awal bagi siswa untuk terus mengembangkan kemampuan berbahasa asing.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan minat belajar Bahasa Mandarin di kalangan siswa. Kemampuan berbahasa asing merupakan bekal penting bagi generasi muda agar lebih siap menghadapi perkembangan pendidikan, teknologi, dan persaingan kerja di tingkat global,” ujarnya.

Pihak SMP Negeri 2 Pa’jukukang menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan memberikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin dalam menghadirkan edukasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga wawasan mengenai pentingnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan global sejak dini.

Pelaksanaan program kerja ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang dilaksanakan dengan arahan dan pendampingan Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Dr. Syaribulan, S.Si., M.Si. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat desa melalui pendidikan yang inovatif, aplikatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan.