BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 10 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong transformasi digital pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Mamampang, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng, melalui pemanfaatan Google Maps.
Program kerja bertajuk “Pemanfaatan Google Maps untuk Mendukung Pemberdayaan UMKM di Desa Mamampang” tersebut dilaksanakan melalui pendampingan secara langsung atau door to door kepada pelaku UMKM yang tersebar di tujuh dusun di Desa Mamampang pada 17–24 Juli 2026, Program ini bertujuan meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas UMKM lokal melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan mencantumkan titik lokasi usaha pada Google Maps, keberadaan UMKM di Desa Mamampang diharapkan lebih mudah ditemukan oleh masyarakat setempat maupun pendatang yang berkunjung ke wilayah tersebut.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN-T melakukan pendataan sekaligus pendampingan langsung kepada pemilik UMKM dari rumah ke rumah. Mahasiswa membantu memasukkan lokasi usaha ke Google Maps serta memberikan edukasi sederhana mengenai manfaat digitalisasi bagi pengembangan dan keberlangsungan usaha.
Selain pemetaan lokasi, mahasiswa juga memberikan pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku UMKM yang berminat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sistem pembayaran digital sekaligus mendorong kemudahan transaksi bagi pelaku usaha dan konsumen.
Penanggung jawab program, Fajriana Aris dari Fakultas MIPA Jurusan Fisika dan Gita Maulidani dari Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, menjelaskan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh potensi UMKM Desa Mamampang yang cukup beragam, namun sebagian usaha belum memiliki visibilitas yang memadai pada platform digital.
“Kami ingin membantu UMKM yang ada di Desa Mamampang supaya keberadaan usahanya lebih mudah ditemukan, bukan hanya oleh masyarakat sekitar, tetapi juga oleh orang dari luar desa. Kami memilih pendekatan door to door karena dengan bertemu langsung, kami bisa lebih mudah membantu dan menjelaskan kepada pemilik usaha yang mungkin masih belum terbiasa menggunakan teknologi digital,” ujar Fajriana.
Pendampingan dilakukan tidak hanya untuk memastikan titik lokasi UMKM tercantum pada Google Maps, tetapi juga agar pemilik usaha memahami manfaat penggunaan teknologi digital sebagai sarana memperkenalkan usaha kepada calon konsumen yang lebih luas.
Program tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pelaku UMKM Desa Mamampang, Lisa, menilai pendampingan yang dilakukan mahasiswa memberikan manfaat bagi masyarakat yang masih memiliki keterbatasan dalam menggunakan teknologi digital.
“Program kerja adek-adek ini sangat bermanfaat untuk kami warga desa yang belum tahu teknologi. Dengan adanya program ini, kalau ada pendatang yang datang ke Desa Mamampang, mereka lebih mudah tahu di mana letak usaha-usaha yang ada di desa,” ungkap Lisa.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas berharap digitalisasi sederhana yang dilakukan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM Desa Mamampang. Pencantuman lokasi usaha di Google Maps diharapkan mampu memperluas jangkauan informasi, meningkatkan kemudahan akses konsumen, serta membuka peluang UMKM lokal untuk semakin dikenal di luar wilayah desa.
Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendorong masyarakat desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dan memanfaatkan platform yang mudah diakses untuk mendukung aktivitas ekonomi lokal.
Selain Fajriana Aris dan Gita Maulidani sebagai penanggung jawab, kegiatan tersebut turut dilaksanakan bersama anggota kelompok KKN-T lainnya, yakni Nayla Tri Ananada, Andi Nur Ainun Lewa, Muhammad Taufiq Nurlan, dan Muh. Alif Alfian.
Dengan pemanfaatan teknologi digital yang sederhana, praktis, dan mudah diakses, program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat eksistensi UMKM Desa Mamampang agar semakin dikenal, mudah ditemukan, dan mampu berkembang di tengah perubahan ekosistem ekonomi digital.













