Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Unhas Hadirkan Kalender Prediksi Risiko Iklim, Perkuat Ketangguhan Masyarakat Desa Bonto Lojong Menghadapi Perubahan Iklim

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG – Komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung penguatan kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim kembali diwujudkan melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116. Salah satu inovasi yang dihadirkan adalah Kalender Prediksi Risiko Iklim Desa Bonto Lojong Tahun 2026–2027, sebuah media edukasi berbasis informasi iklim yang dirancang untuk membantu masyarakat mengantisipasi berbagai risiko bencana hidrometeorologi serta menyusun langkah adaptasi secara lebih terencana. Selasa, 4 Agustus 2026

Program yang dilaksanakan di Desa Bonto Lojong, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng ini berangkat dari kondisi wilayah yang memiliki tingkat kerentanan terhadap dinamika iklim. Sebagian besar masyarakat menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian yang sangat dipengaruhi oleh perubahan pola curah hujan, sehingga ketersediaan informasi iklim menjadi kebutuhan penting dalam mendukung perencanaan aktivitas produksi maupun pengurangan risiko bencana.

Penyusunan kalender dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data iklim yang dipadukan dengan karakteristik geografis serta kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bonto Lojong. Hasil analisis tersebut kemudian dituangkan dalam sebuah kalender informatif yang memuat prediksi kategori curah hujan setiap bulan, potensi risiko yang mungkin muncul, seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, erosi lahan, hingga serangan organisme pengganggu tanaman, beserta rekomendasi langkah-langkah adaptasi yang dapat diterapkan oleh masyarakat.

Agar informasi dapat diakses secara luas dan berkelanjutan, kalender dikemas dalam bentuk stiker dan spanduk. Stiker dibagikan kepada pemerintah desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, serta rumah-rumah yang menjadi pusat aktivitas warga, sementara spanduk dipasang di Kantor Desa Bonto Lojong sebagai media informasi publik yang mudah dijangkau. Strategi ini diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim.

Kehadiran Kalender Prediksi Risiko Iklim mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Bonto Lojong. Inovasi tersebut dinilai tidak hanya menyajikan informasi yang mudah dipahami, tetapi juga menjadi instrumen edukasi yang relevan dalam mendukung pengambilan keputusan masyarakat, khususnya petani, dalam menentukan waktu tanam, mengantisipasi potensi bencana, serta mengurangi risiko kerugian akibat anomali iklim.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan penyuluhan, tetapi juga melalui inovasi berbasis data yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kalender Prediksi Risiko Iklim diharapkan menjadi referensi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih adaptif, tangguh, dan berketahanan terhadap perubahan iklim.

Pelaksanaan program ini sekaligus mencerminkan kontribusi Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan kapasitas adaptasi masyarakat, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui peningkatan ketangguhan komunitas terhadap risiko bencana, serta SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dengan mendorong sektor pertanian yang lebih adaptif terhadap dinamika iklim.