BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 5 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan sosialisasi pengukuran pH tanah sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan pertanian secara tepat dan berbasis ilmu pengetahuan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 27 Juli 2026, di Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng.

Program kerja tersebut diinisiasi oleh Muhriani, mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Ilmu Tanah, sebagai bentuk implementasi keilmuan di tengah masyarakat. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya petani, mengenai pentingnya mengetahui tingkat keasaman (pH) tanah sebagai dasar dalam menentukan strategi pengelolaan lahan dan budidaya tanaman yang lebih efektif.

Dalam pemaparannya, Muhriani menjelaskan teknik pengambilan sampel tanah yang benar, penggunaan alat ukur pH tanah, serta cara membaca dan menginterpretasikan hasil pengukuran. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kondisi kesuburan tanah sehingga mampu menentukan kebutuhan pengapuran maupun pemupukan secara lebih tepat.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan praktik langsung penggunaan alat ukur pH tanah. Peserta mengikuti setiap tahapan dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai kondisi lahan pertanian yang mereka kelola.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Bonto Tallasa mampu melakukan pengukuran pH tanah secara mandiri sebagai langkah awal dalam menentukan pengelolaan lahan yang sesuai. Dengan demikian, produktivitas pertanian diharapkan dapat terus meningkat melalui penerapan teknologi sederhana yang berbasis ilmu pengetahuan.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan.













