Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas Edukasi Budidaya Rumput Laut Ramah Lingkungan untuk Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Pesisir di Desa Rappoa

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 3 Agustus 2026— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Budidaya Rumput Laut yang Baik dan Ramah Lingkungan” di Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng. Program tersebut diinisiasi oleh Rani Putri Ayu Ningsih, mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, sebagai bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.

Desa Rappoa merupakan salah satu kawasan pesisir di Kabupaten Bantaeng yang memiliki potensi besar pada sektor budidaya rumput laut. Komoditas ini menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Namun, produktivitas budidaya sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan perairan serta penerapan teknik budidaya yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN-T menghadirkan kegiatan edukasi yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik budidaya rumput laut yang baik, efektif, dan ramah lingkungan. Program ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hasil panen sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir sebagai aset penting bagi masyarakat.

Sebagai media pembelajaran, mahasiswa menyusun leaflet dan poster infografis yang memuat informasi mengenai pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, pemeliharaan, waktu panen yang tepat, hingga indikator rumput laut yang sehat dan yang terserang penyakit. Media edukasi tersebut kemudian digunakan dalam kegiatan penyuluhan dan pendampingan kepada para pembudidaya rumput laut di Desa Rappoa.

Selain penyampaian materi teknis, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pesisir. Masyarakat diajak untuk tidak membuang sampah ke laut, menjaga kebersihan tali dan sarana budidaya, serta menghindari penggunaan bahan kimia yang berpotensi mencemari perairan. Langkah-langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas lingkungan, menekan risiko serangan penyakit pada rumput laut, serta meningkatkan produktivitas budidaya secara berkelanjutan.

Rani Putri Ayu Ningsih menjelaskan bahwa program kerja yang dilaksanakan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis masyarakat, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir.

“Rumputaut merupakan salah satu potensi unggulan Desa Rappoa yang perlu dikelola secara bijaksana. Melalui penerapan budidaya yang baik dan ramah lingkungan, masyarakat dapat meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut. Harapannya, praktik budidaya yang berkelanjutan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat saat ini tanpa mengurangi kualitas lingkungan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Program kerja ini mendapat respons positif dari masyarakat karena materi yang disampaikan dinilai sesuai dengan kebutuhan para pembudidaya rumput laut. Pendekatan edukatif yang dipadukan dengan pendampingan langsung diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sehingga praktik budidaya yang diterapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui pelaksanaan program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir melalui penguatan sektor perikanan budidaya berbasis pelestarian lingkungan. Program ini juga menjadi kontribusi nyata Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 14 (Ekosistem Laut) melalui penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.