Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Edukasi Produksi Silase Pakan Fermentasi untuk Mendukung Ketahanan Pakan Ternak di Desa Rappoa

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) terus menghadirkan program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui edukasi produksi silase pakan fermentasi yang dilaksanakan pada hari Selasa (28/7/2026) oleh mahasiswa Fakultas Peternakan, Ainur Aizura, di Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.

Program kerja individu bertajuk “Produksi Silase Pakan Fermentasi sebagai Upaya Penyediaan Pakan Ternak Berkualitas dan Tahan Simpan” ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah jerami padi menjadi silase sebagai sumber pakan ternak berkualitas yang mampu disimpan dalam jangka waktu lama.

Desa Rappoa memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Melimpahnya jerami padi setelah masa panen selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian besar jerami hanya ditumpuk, dibakar, atau diberikan langsung kepada ternak tanpa proses pengolahan sehingga nilai nutrisinya belum dimaksimalkan. Sementara itu, para peternak kerap menghadapi keterbatasan hijauan pakan, terutama saat musim tanam ketika rumput sulit diperoleh.

Melihat kondisi tersebut, Mahasiswa KKN-T 116 Unhas memperkenalkan teknologi pembuatan silase sebagai solusi penyediaan cadangan pakan yang berkualitas, tahan simpan, serta mudah diterapkan oleh masyarakat. Teknologi fermentasi ini dinilai mampu mempertahankan kualitas nutrisi pakan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

Sebagai media edukasi, Ainur Aizura juga menyusun Buku Panduan Pembuatan Silase yang berisi materi mengenai pengertian silase, manfaat pemanfaatan jerami padi, kandungan nutrisi, hingga tahapan pembuatan silase secara sederhana. Buku tersebut menjadi panduan praktis bagi masyarakat agar mampu memproduksi silase secara mandiri menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

Selain penyusunan buku panduan, kegiatan turut diisi dengan penyuluhan dan pendampingan kepada masyarakat serta peternak mengenai proses pembuatan silase, mulai dari persiapan bahan, teknik fermentasi secara anaerob, metode penyimpanan yang benar, hingga cara mengenali ciri-ciri silase berkualitas. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat silase dalam meningkatkan daya cerna pakan, mempertahankan kandungan nutrisi, serta menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun.

Program ini memanfaatkan limbah pertanian berupa jerami padi yang selama ini belum memiliki nilai ekonomi optimal. Melalui inovasi tersebut, limbah pertanian dapat diubah menjadi sumber pakan alternatif yang bernilai tambah, sekaligus mengurangi pemborosan hasil pertanian dan ketergantungan peternak terhadap pakan komersial.

Ainur Aizura menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.

“Jerami padi yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi silase sebagai cadangan pakan ternak yang berkualitas, tahan disimpan dalam waktu lama, serta membantu peternak menghadapi keterbatasan hijauan pada musim tanam. Harapannya, pembuatan silase ini dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Rappoa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena materi yang diberikan dinilai mudah dipahami dan dapat langsung dipraktikkan menggunakan bahan baku yang tersedia di desa. Antusiasme peserta terlihat selama sesi penyuluhan maupun diskusi mengenai teknik pembuatan silase yang efektif.

Melalui program ini, Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang aplikatif. Edukasi produksi silase diharapkan mampu meningkatkan kapasitas peternak dalam mengelola sumber daya lokal, memperkuat ketahanan pakan ternak, meningkatkan produktivitas usaha peternakan, serta mendorong terwujudnya sistem peternakan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan di Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.