Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Edukasi Petani Cengkeh Melalui Pelatihan Pembuatan Pasta Penutup Luka untuk Kendalikan Hama Penggerek Batang

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program edukasi dan pelatihan pembuatan pasta penutup luka sebagai upaya pengendalian hama penggerek batang pada tanaman cengkeh. Kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan produktivitas perkebunan melalui penerapan teknologi sederhana yang mudah diterapkan oleh petani.

Tanaman cengkeh merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat Kabupaten Bantaeng. Namun, produktivitas tanaman kerap menurun akibat serangan hama penggerek batang yang merusak jaringan tanaman dengan membentuk lubang dan terowongan pada batang. Serangan tersebut menghambat distribusi air dan unsur hara, menyebabkan cabang mengering, pertumbuhan tanaman terhambat, hingga berpotensi mengakibatkan kematian tanaman apabila tidak segera ditangani.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin memperkenalkan teknik penanganan tanaman yang terserang hama menggunakan pasta penutup luka. Pasta diaplikasikan setelah bagian batang yang terserang dibersihkan dari kotoran dan sisa gerekan hama. Metode ini bertujuan melindungi luka tanaman dari infeksi patogen, mempercepat proses penyembuhan jaringan, serta membantu menjaga kondisi batang setelah dilakukan tindakan pengendalian.

Selain memberikan materi mengenai karakteristik dan gejala serangan hama penggerek batang, mahasiswa juga mendemonstrasikan tahapan pembuatan pasta penutup luka serta teknik aplikasinya di lapangan. Petani dilibatkan secara langsung dalam praktik sehingga memperoleh pengalaman yang dapat diterapkan secara mandiri di kebun masing-masing.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Diskusi yang berkembang tidak hanya membahas teknik pengendalian hama penggerek batang, tetapi juga berbagai tantangan budidaya cengkeh yang dihadapi petani serta alternatif pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Program ini merupakan implementasi peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui edukasi berbasis praktik, mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin diharapkan mampu mendorong adopsi teknologi sederhana yang berdampak nyata terhadap peningkatan kesehatan tanaman dan produktivitas perkebunan cengkeh.

Kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Program ini sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas pertanian, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui penerapan pengendalian tanaman yang tepat, serta SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui upaya menjaga kesehatan tanaman dan keberlanjutan ekosistem perkebunan.