BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, SULAWESI SELATAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program pendampingan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Rappoa, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng. Jumat, 14 Agustus 2026
Program kerja bertajuk “Pendampingan UMKM dalam Pemanfaatan QRIS sebagai Alat Transaksi Digital dan Pemetaan Lokasi Usaha melalui Google Maps” tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN-T 116 Unhas dalam mendorong pelaku usaha desa beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Program ini dilaksanakan oleh Arief Hidayat, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, dengan menyasar pelaku UMKM yang belum memanfaatkan layanan pembayaran digital melalui QRIS serta belum mendaftarkan lokasi usahanya pada Google Maps.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan pendampingan secara langsung kepada pemilik usaha. Materi yang diberikan meliputi pengenalan manfaat transaksi non-tunai menggunakan QRIS, proses pendaftaran layanan QRIS, hingga pendampingan dalam menambahkan dan mengelola lokasi usaha melalui Google Maps.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan praktik langsung. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, tetapi juga mampu menggunakan teknologi digital secara mandiri dalam kegiatan usahanya.
Arief Hidayat selaku penanggung jawab program kerja mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu instrumen bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas jangkauan pemasaran.
“Pemanfaatan QRIS dan Google Maps diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam bertransaksi serta membuat lokasi usaha lebih mudah ditemukan oleh masyarakat,” ujar Arief.
Menurutnya, transformasi digital menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM desa untuk meningkatkan daya saing. Kehadiran QRIS memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis, sementara Google Maps dapat membantu masyarakat maupun calon pelanggan menemukan lokasi usaha dengan lebih mudah.

Program pendampingan ini juga menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kegiatan edukasi, tetapi dapat diarahkan pada penerapan teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas mendorong UMKM Desa Rappoa untuk mulai membangun ekosistem usaha yang lebih adaptif terhadap perkembangan digital. Langkah sederhana seperti menyediakan pembayaran melalui QRIS dan mencantumkan lokasi usaha di Google Maps dinilai dapat menjadi bagian penting dalam memperluas akses pasar.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung penguatan ekonomi lokal. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, UMKM desa diharapkan mampu meningkatkan pelayanan, memperluas jangkauan konsumen, serta memiliki daya saing yang lebih baik di tengah perkembangan ekonomi digital.
Program kerja tersebut sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9 tentang Industri, Inovasi dan Infrastruktur, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui KKN-T Gelombang 116, Universitas Hasanuddin terus mendorong mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pendampingan digitalisasi UMKM di Desa Rappoa menjadi salah satu langkah nyata dalam membuka peluang usaha masyarakat agar semakin dikenal, berkembang, dan mampu bersaing di era digital.













