BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 16 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 mengenalkan pembuatan dan perawatan lubang biopori kepada masyarakat Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7/2026), Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperkenalkan solusi sederhana dan ramah lingkungan yang dapat membantu meningkatkan resapan air sekaligus mengolah sampah organik rumah tangga.
Kegiatan diawali dengan diskusi bersama masyarakat mengenai fungsi dan cara kerja biopori. Mahasiswa menjelaskan bahwa lubang biopori dapat membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air sehingga berpotensi mengurangi genangan saat hujan.
Setelah sesi pemaparan, mahasiswa memberikan demonstrasi pembuatan lubang biopori menggunakan alat pembuat lubang dan pipa PVC yang telah diberi lubang. Tahapan praktik meliputi pembuatan lubang pada tanah, pemasangan pipa, hingga penutupan lubang agar tetap aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga yang hadir juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung pembuatan lubang biopori. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme masyarakat dalam mengikuti setiap tahapan.
Mahasiswa kemudian memberikan edukasi mengenai perawatan biopori agar dapat berfungsi secara optimal. Sampah organik seperti sisa sayuran, daun kering, dan limbah dapur dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengisi lubang.
Selain membantu menjaga struktur pori tanah, sampah organik yang terurai di dalam lubang biopori juga dapat menghasilkan material organik yang bermanfaat bagi tanah dan tanaman di sekitarnya.
Perwakilan mahasiswa KKN-T 116 Unhas, Kiblat, berharap penerapan biopori dapat terus dilakukan masyarakat secara mandiri setelah program KKN-T berakhir.
“Pengelolaan lingkungan itu sebenarnya tidak harus rumit. Dari lubang kecil ini, kita bisa membantu tanah menyerap air sekaligus mengolah sampah dapur. Semoga setelah ini warga bisa membuat dan merawat biopori secara mandiri, baik di pekarangan rumah maupun di kebun masing-masing,” ungkap Kiblat.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas mendorong masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri maupun bersama-sama.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai biopori, tetapi juga mendorong kebiasaan pengelolaan sampah organik dan pemanfaatan sumber daya lingkungan secara lebih berkelanjutan di Desa Bonto Marannu.













