Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

KKN Tematik Unhas Demonstrasikan Lima Inovasi Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Desa Bonto Tallasa

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 9 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) Tahun 2026 Posko Bonto Tallasa 1 memperkenalkan “lima inovasi sederhana berbasis potensi lokal” melalui kegiatan demonstrasi program kerja di Kantor Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh aparat pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta kelompok tani. Demonstrasi dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik langsung agar masyarakat dapat memahami proses pembuatan sekaligus melihat peluang penerapannya dalam aktivitas pertanian sehari-hari.

Lima program yang diperagakan meliputi pengering hasil pertanian sederhana berbasis energi surya, ECOPOC sebagai pupuk organik cair dari limbah rumah tangga, pestisida nabati, pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket, serta sistem irigasi tetes sederhana berbasis botol plastik bekas.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menjelaskan konsep, manfaat, bahan yang dibutuhkan, hingga tahapan pembuatan masing-masing inovasi. Peserta kemudian dapat mengamati secara langsung proses demonstrasi dan berdiskusi mengenai kemungkinan penerapannya sesuai kondisi lingkungan serta kebutuhan masyarakat Desa Bonto Tallasa.

Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan selama kegiatan. Diskusi berkembang pada aspek teknis, efektivitas penggunaan, ketersediaan bahan, hingga potensi pemanfaatan inovasi tersebut untuk mendukung kegiatan pertanian dan pengelolaan limbah rumah tangga.

Ketua Kelompok Tani, Abdul, menyampaikan apresiasi terhadap program yang diperkenalkan mahasiswa KKN. Menurutnya, pengenalan teknologi sederhana seperti ini memiliki nilai manfaat apabila dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

“Saya berharap program kerja yang disosialisasikan dapat diterapkan langsung oleh petani dan memberikan manfaat dalam mendukung kegiatan pertanian masyarakat,” ujar Abdul.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Unhas Gelombang 116 berharap inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti pada tahap demonstrasi, tetapi dapat dikembangkan dan dimanfaatkan masyarakat sesuai kebutuhan dan potensi lokal.

Pemanfaatan energi surya, limbah rumah tangga, limbah pertanian, bahan-bahan yang mudah diperoleh, serta teknologi irigasi sederhana menjadi bagian dari upaya mendorong praktik pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran mahasiswa dalam mentransfer pengetahuan dan teknologi sederhana kepada masyarakat. Dengan pendekatan berbasis praktik, masyarakat diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri untuk mendukung produktivitas pertanian, pengelolaan lingkungan, dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.