Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas Kenalkan Brownpis sebagai Camilan Sehat Anak Pesisir Desa Baruga

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, SULAWESI SELATAN — Mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan Brownpis (Brownies Pisang Tanpa Tepung dan Tanpa Penambahan Gula) kepada 14 anak di wilayah pesisir Pantai Dusun Panoang, Desa Baruga, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8/2026), Inovasi tersebut merupakan program kerja individu Harismayani Mal, mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas, yang memanfaatkan pisang sebagai salah satu bahan pangan lokal untuk dikembangkan menjadi alternatif camilan bagi anak-anak di wilayah pesisir. kamis, 13 Agustus 2026

Brownpis dikembangkan dengan memanfaatkan rasa manis alami dari pisang tanpa penambahan gula pasir dan tanpa menggunakan tepung. Pemilihan pisang sebagai bahan utama didasarkan pada ketersediaannya yang relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat serta potensinya untuk diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan produk, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya memilih camilan yang lebih baik serta memperhatikan aspek keamanan pangan dalam proses pengolahannya.

Dalam pelaksanaannya, anak-anak diperkenalkan dengan Brownpis, bahan-bahan yang digunakan, serta cara pengolahan pangan yang bersih dan aman. Edukasi sederhana juga diberikan mengenai pentingnya menjaga kebersihan bahan, peralatan, tangan, dan lingkungan selama proses pengolahan maupun sebelum makanan dikonsumsi.

Sebanyak 14 anak mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain mencicipi Brownpis, mereka juga diajak mengenal alternatif camilan berbahan pangan lokal sekaligus memahami pentingnya menjaga kebersihan ketika mengolah dan mengonsumsi makanan.

“Brownpisnya enak dan tidak membosankan. Saya jadi tahu kalau pisang bisa dibuat jadi camilan sehat,” ujar Ina, salah satu anak yang mengikuti kegiatan di Dusun Panoang.

Menurut Harismayani Mal, pemilihan pisang sebagai bahan utama Brownpis dilakukan karena bahan tersebut mudah diperoleh masyarakat dan memiliki rasa manis alami yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan produk pangan.

“Saya memilih pisang karena mudah ditemukan di sekitar masyarakat dan memiliki rasa manis alami, sehingga dapat dikembangkan menjadi camilan yang menarik untuk anak-anak,” ujar Harismayani Mal, pelaksana program kerja individu.

Bagian dari KKN Tematik Keamanan Pangan

Pengembangan Brownpis merupakan bagian dari rangkaian program KKN Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin di Desa Baruga. Program ini memadukan inovasi produk pangan berbasis bahan lokal dengan edukasi mengenai keamanan pangan, khususnya bagi anak-anak di wilayah pesisir.

Melalui inovasi tersebut, mahasiswa KKN berupaya memperkenalkan bahwa bahan pangan lokal seperti pisang dapat diolah menjadi produk yang kreatif dan menarik. Selain memberikan alternatif camilan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya memilih, mengolah, dan mengonsumsi pangan secara aman.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal sekaligus mendorong edukasi keamanan pangan di tingkat masyarakat. Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) dan SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).