BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, – 3 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin (Unhas) bersama Pemerintah Desa Kayu Loe melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus pembentukan pengelola Bank Sampah di Kantor Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, Senin (3/8). Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat guna mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program tersebut merupakan program kerja individu yang diinisiasi oleh St. Mutmainnah Makkuaseng, mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, sebagai bagian dari implementasi KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus memperkuat partisipasi warga dalam mendukung pembangunan desa yang berwawasan lingkungan.
Sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa Kayu Loe beserta jajaran pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Peserta memperoleh pemahaman mengenai konsep dan fungsi bank sampah, teknik pemilahan sampah dari sumbernya, mekanisme penyetoran dan penimbangan sampah, sistem pencatatan tabungan, hingga manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat diperoleh melalui pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Salah satu capaian utama kegiatan ini adalah terbentuknya struktur pengelola Bank Sampah Desa Kayu Loe. Pembentukan kepengurusan tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjalankan operasional bank sampah secara berkesinambungan dengan dukungan pemerintah desa dan partisipasi aktif masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan, St. Mutmainnah Makkuaseng, menjelaskan bahwa pembentukan pengelola bank sampah merupakan langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terorganisasi di tingkat desa.
“Bank sampah bukan hanya menjadi tempat menabung sampah yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. Harapannya, masyarakat tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi timbulan sampah,” ujarnya.
Kepala Desa Kayu Loe, Muhammad Naim, memberikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin yang menghadirkan program edukatif sekaligus solusi nyata terhadap persoalan pengelolaan sampah di desa.
“Program ini merupakan gagasan yang sangat baik. Melalui Bank Sampah, masyarakat diajak untuk memahami bahwa sampah bukan lagi barang yang tidak bernilai, melainkan memiliki manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik. Kami berharap Bank Sampah Desa Kayu Loe dapat terus berjalan secara konsisten dengan dukungan seluruh masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Pemerintah Desa Kayu Loe, dan masyarakat, keberadaan Bank Sampah diharapkan menjadi titik awal terbentuknya sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, serta mendukung terwujudnya Desa Kayu Loe yang bersih, sehat, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan.













