Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

“Ayo diRosa Tarbiyah”, Ismail Daeng Ngalle Buktikan Tak Ada Kata Terlambat Belajar Mengaji dari Nol

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 22 Juli 2026 – Sebuah kisah inspiratif datang dari Ismail Daeng Ngalle, warga Jalan Pahlawan Cabodo, yang membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Berawal dari belum mampu membaca Al-Qur’an, Ismail Daeng Ngalle memilih untuk memulai perjalanan belajarnya dari nol melalui Rosa Tarbiyah. Dengan tekad yang kuat, kesabaran, dan semangat memperbaiki diri, ia mengikuti proses pembelajaran mengaji hingga akhirnya mengalami perubahan berkat bimbingan Ustaz Fajri.

“Awalnya saya tidak bisa membaca sama sekali. Namun, berkat bimbingan Ustaz Fajri, Alhamdulillah sekarang saya sudah bisa membaca,” ungkap Ismail Daeng Ngalle.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kemauan untuk belajar dan keberanian memulai. Ia berharap kisahnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat yang selama ini masih merasa malu atau ragu untuk belajar membaca Al-Qur’an.

Ismail Daeng Ngalle mengajak saudara-saudara yang ingin belajar mengaji, baik yang masih muda maupun yang sebaya dengannya dan belum lancar membaca Al-Qur’an, agar tidak menunda kesempatan untuk belajar.

“Ayo di Rosa Tarbiyah. Jangan pernah merasa terlambat untuk belajar mengaji. Kita semua masih diberikan kesempatan selama masih berpijak di atas bumi. Mari kita sama-sama mempelajari Al-Qur’an,” ajaknya.

Ia juga menyampaikan kepada masyarakat yang ingin bergabung agar dapat datang langsung mengikuti pembelajaran.

“Bagi saudara-saudara yang mau bergabung, mari merapat ke Jalan Merpati, di kediaman Daeng Rannu. Insya Allah kita belajar bersama, saling membantu, dan sama-sama memperbaiki bacaan Al-Qur’an,” ujar Ismail.

Ismail menegaskan bahwa belajar mengaji bukan hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan kehidupan akhirat.

“Tidak ada kata terlambat. Saya sendiri yang awalnya tidak bisa membaca, Alhamdulillah sekarang sudah bisa. Mari kita belajar bersama di Rosa Tarbiyah, karena kesempatan untuk belajar selalu terbuka selama kita masih diberi umur,” tuturnya.

Kisah Ismail Daeng Ngalle menjadi pesan inspiratif bahwa usia bukan penghalang untuk menuntut ilmu agama. Dengan niat, kesungguhan, dan bimbingan yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk memulai perjalanan menuju kebaikan.

Ayo di Rosa Tarbiyah, mari belajar mengaji bersama.