BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan edukasi “pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai bahan dasar pembuatan briket” kepada masyarakat Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Selasa (11/8/2026), Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN yang mengangkat pemanfaatan potensi lokal melalui pertanian dan teknologi tepat guna. Program tersebut bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai alternatif pengolahan limbah kulit kakao agar dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai tambah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menjelaskan tahapan dasar pembuatan briket dari kulit kakao. Prosesnya meliputi pengumpulan dan pengeringan kulit kakao, pengarangan, penghalusan arang, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan.
Penyampaian materi dilakukan secara sederhana dan praktis agar mudah dipahami serta dapat diterapkan oleh masyarakat dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Desa Bonto-Bontoa memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah kulit kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Kulit kakao dapat diolah menjadi briket sebagai salah satu alternatif bahan bakar yang memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan sebagai produk bernilai ekonomi.
Selain membantu mengurangi potensi limbah pertanian, pemanfaatan kulit kakao menjadi briket juga membuka peluang pengembangan usaha sederhana berbasis potensi lokal. Dengan pengelolaan yang berkelanjutan, limbah pertanian tersebut dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat.
Penanggung jawab kegiatan, Nurhalisa dari Fakultas Peternakan Unhas, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi upaya untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah kakao secara sederhana kepada masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa limbah kulit kakao yang sederhana dapat dimanfaatkan menjadi briket yang berguna dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Nurhalisa.
Mahasiswa KKN Unhas berharap pengetahuan yang diberikan dalam kegiatan pada 11 Agustus 2026 tersebut dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Desa Bonto-Bontoa. Pemanfaatan limbah kulit kakao diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi limbah sekaligus mendorong inovasi dan peluang ekonomi berbasis potensi lokal.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna, pengelolaan limbah pertanian, serta pengembangan potensi lokal secara produktif dan berkelanjutan.













