Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

AAI Sulsel Dorong Tertib Arsip Jadi Fondasi Pendidikan di Luwu Raya

Dr. Basri: Arsip Rapi Adalah Tanggung Jawab Moral untuk Masa Depan Anak

BANTAENGNEWS.COM – PALOPO, SULAWESI SELATAN — Ketua Umum Asosiasi Arsiparis Indonesia (AAI) Sulawesi Selatan, Dr. H. Basri, S.Pd., M.Pd., menggelar diskusi terbatas bersama sejumlah pemangku kepentingan pendidikan di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, Rabu (2/9/2026).

Diskusi yang berlangsung di Cafe Delicate Society, Jalan P. Diponegoro No. 25, Palopo, tersebut membahas sejumlah isu strategis terkait pemajuan pendidikan di Luwu Raya, khususnya tata kelola administrasi dan kearsipan sekolah.

Hadir dalam diskusi tersebut Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Ridwan Syam, S.Sos., M.M., Kasubag Cabdis Adam Syah, S.Hut., Kasie SMK/SLB Ahmad Karim, S.E., Safaruddin, S.T., M.M., serta Wakil Ketua MKKS SMK Usman, S.Pd., M.Pd.

Dalam pemaparannya, Dr. Basri yang juga pemerhati pendidikan dan mantan Ketua KNPI Kota Makassar menekankan pentingnya tertib arsip dalam pengelolaan administrasi pendidikan, termasuk dokumen yang berkaitan dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Arsip bukan sekadar administrasi. Ini bukti sejarah dan alat kontrol transparansi. Sekolah membutuhkan sistem agar dokumen dapat diklasifikasi, ditemukan kembali, dan tersedia saat dibutuhkan,” ujarnya.

Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik dapat mempermudah proses pelaporan dan pemeriksaan, sekaligus meminimalkan risiko kesalahan administrasi yang berpotensi menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Lebih jauh, Dr. Basri menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Luwu Raya.

“Pendidikan yang maju dimulai dari administrasi yang rapi. Ini bukan hanya soal uang, tetapi soal tanggung jawab moral kita terhadap masa depan anak-anak Sulsel,” tegasnya.

Di akhir diskusi, Dr. Basri menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong program-program kearsipan yang dapat mendukung peningkatan kualitas tata kelola pendidikan di Sulawesi Selatan, khususnya di wilayah Luwu Raya.