BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, SULAWESI SELATAN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bermitra dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendorong peningkatan legalitas, identitas produk, dan keamanan pangan bagi pelaku usaha di Kelurahan Lembang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng. Jumat, 14 Agustus 2026
Upaya tersebut dilakukan melalui program “Cerdas Berusaha, Cerdas Memilih Pangan” yang memberikan pendampingan langsung kepada pelaku usaha pangan, khususnya dalam pemenuhan administrasi usaha sekaligus penguatan identitas produk.
Pendampingan mencakup pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB), pembaruan atau penyesuaian Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), pembuatan logo usaha, serta penyusunan label produk.
Langkah ini dilakukan agar pelaku usaha memiliki legalitas yang sesuai dengan kegiatan usahanya sekaligus mampu menyajikan informasi produk secara lebih jelas kepada konsumen.
Salah satu pelaku usaha yang memperoleh pendampingan adalah Airil Kue, produsen pangan yang mendapatkan bantuan dalam proses pengurusan NIB dan pembaruan KBLI. Mahasiswa KKN-T juga membantu pengembangan logo serta label produk sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas dan meningkatkan daya tarik produk di pasaran.
Pendampingan juga diberikan kepada toko ritel dengan merek Auriga. Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya legalitas, informasi produk, serta penerapan prinsip keamanan pangan dalam kegiatan penjualan kepada masyarakat.
“Pendampingan ini tidak hanya berfokus pada pembuatan NIB, tetapi juga memastikan KBLI sesuai dengan kegiatan usaha. Kami juga membantu pelaku usaha dalam membuat logo dan label agar produk memiliki identitas yang jelas dan informasi yang lebih mudah dipahami oleh konsumen,” ujar salah satu mahasiswa KKN-T 116 Unhas.
Melalui program tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat menjalankan usaha secara lebih tertata dan memiliki legalitas yang sesuai dengan bidang usahanya. Penguatan identitas melalui logo dan label juga diharapkan dapat membantu produk lebih mudah dikenali oleh konsumen.
Di sisi lain, program ini turut mendorong masyarakat untuk menjadi konsumen yang lebih cerdas dengan memperhatikan informasi yang tercantum pada produk sebelum melakukan pembelian.
Kegiatan “Cerdas Berusaha, Cerdas Memilih Pangan” menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN-T Gelombang 116 Unhas bersama BPOM dalam mendukung penguatan UMKM sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya legalitas usaha, identitas produk, dan keamanan pangan di tingkat masyarakat.













