BANTAENG, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Anak dan Perempuan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Seminar Hasil Program Kerja di Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan akhir pengabdian mahasiswa sekaligus ruang untuk menyampaikan capaian, proses, dan hasil berbagai program yang telah dilaksanakan bersama masyarakat dan sejumlah mitra.
Dalam seminar tersebut, mahasiswa memaparkan sejumlah program yang mengangkat isu pendidikan, pemberdayaan masyarakat, mitigasi bencana, kesehatan, literasi keuangan, hingga keselamatan lingkungan. Berbagai kegiatan dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat serta diarahkan agar menghasilkan manfaat dan produk yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.
Salah satu program yang dipaparkan adalah EcoPest Papaya: Edukasi dan Pelatihan Pestisida Alami Berbahan Daun Pepaya yang diikuti 29 masyarakat. Kegiatan dilaksanakan melalui pemaparan materi, pengenalan bahan dan alat, demonstrasi pembuatan pestisida nabati, serta forum group discussion. Program tersebut menghasilkan brosur pembuatan pestisida nabati sebagai media informasi bagi masyarakat.
Di bidang keselamatan lingkungan, mahasiswa melaksanakan Pembuatan dan Pemasangan Reflektor Jalan pada sembilan titik patok di perbatasan Jatia–Landayya. Kegiatan yang berlangsung pada 4–7 Agustus 2026 tersebut diawali dengan observasi lokasi dan dilanjutkan praktik pemasangan reflektor sebagai upaya meningkatkan visibilitas serta keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.
Sementara di bidang kebencanaan, mahasiswa memberikan Edukasi Mitigasi Bencana untuk Mewujudkan Generasi Tanggap Bencana kepada 49 siswa kelas V–VI SD Inpres Jatia. Materi mencakup pengenalan jenis bencana, langkah penyelamatan diri, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), serta simulasi evakuasi sederhana. Kegiatan tersebut dilengkapi buku saku sebagai salah satu produk hilirisasi.
Pada sektor kesehatan, mahasiswa berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Dampang melalui program Optimalisasi Pelayanan Posyandu melalui Penyusunan SOP dan Papan Alur Pelayanan sebagai Upaya Mewujudkan Pelayanan Ramah Perempuan dan Anak. Program ini menghasilkan SOP Pelaksanaan Posyandu Nomor 211/SOP/PKM-DMP/VII/2026, poster alur pelayanan Posyandu ILP, serta buku saku kader Posyandu.
Bidang pendidikan dan pemberdayaan anak turut menjadi perhatian. Melalui program Pemberdayaan Anak dalam Pengelolaan Uang Saku Bijak dan Budaya Menabung Sejak Dini, sebanyak 25 siswa kelas V–VI SD Inpres Lembang Gantarangkeke memperoleh edukasi mengenai pengelolaan uang saku. Kegiatan dikemas melalui diskusi, studi kasus, simulasi, serta praktik kreatif menghias celengan.
Program Psikoedukasi Kapsul Waktu Cita-Cita dalam Meningkatkan Self-Efficacy Anak juga dilaksanakan bagi siswa kelas IV–VI MIS Ma’arif Batulabbu. Melalui edukasi, permainan, refleksi diri, dan aktivitas Kapsul Waktu Cita-Cita, mahasiswa mendorong anak untuk mengenali potensi diri, membangun cita-cita, serta meningkatkan keberanian mengambil langkah untuk mencapainya.
Selain itu, mahasiswa memberikan Edukasi Hukum bagi Remaja sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Anak kepada 32 siswa SMKN 5 Bantaeng. Materi yang diberikan mencakup hak dan kewajiban remaja, pengertian serta dampak pernikahan anak, batas usia perkawinan menurut hukum, serta pentingnya pendidikan dan kesiapan sebelum memasuki kehidupan perkawinan.
Pada bidang literasi keuangan, program Melek Finansial: Mempersiapkan Keluarga Menghadapi Risiko Keuangan diikuti 29 warga Lembang Gantarangkeke. Peserta memperoleh pemahaman mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan keluarga, budaya menabung, dana darurat, serta perlindungan keuangan dalam menghadapi risiko yang tidak terduga.
Program pendidikan lainnya berupa Peningkatan Kemampuan Numerasi Anak melalui Penerapan Metode Belajar Sambil Bermain (Fun Learning) yang diikuti 55 siswa kelas III–VI SDN 47 Batulabbu. Metode Ular Tangga Numerasi dan kartu pertanyaan digunakan untuk melatih kemampuan berhitung, berpikir logis, kerja sama, serta keberanian siswa dalam menjawab soal.
Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa KKN-T tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga menghasilkan sejumlah produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Produk hilirisasi yang dihasilkan antara lain buku saku, brosur, SOP, poster alur pelayanan, serta reflektor jalan.
Staf Kelurahan Lembang Gantarangkeke, Iskandar, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di wilayah tersebut.
“Semoga selama melaksanakan KKN di Kelurahan Lembang Gantarangkeke, adik-adik mahasiswa mendapatkan banyak pengalaman yang bermanfaat dan meninggalkan banyak kenangan baik bersama masyarakat. Kami juga berharap apa yang telah dilakukan selama KKN dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa ke depannya,” ujar Iskandar.
Seminar hasil kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi serta penyerahan plakat dan sejumlah produk hilirisasi kepada pihak terkait. Penyerahan tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus penanda bahwa hasil program diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Melalui rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Anak dan Perempuan Gelombang 116 Unhas berharap kontribusi yang diberikan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kelurahan Lembang Gantarangkeke.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen mahasiswa dalam menghadirkan program pengabdian yang berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperkuat pemberdayaan anak dan perempuan, meningkatkan literasi, membangun kesadaran kesehatan dan keselamatan, serta mendorong peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat.
KKN-T PEMBERDAYAAN ANAK DAN PEREMPUAN UNIVERSITAS HASANUDDIN GELOMBANG 116
KELURAHAN LEMBANG GANTARANGKEKE — KABUPATEN BANTAENG













