Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Pasang Reflektor Jalan dan Luncurkan Modul Edukasi Keselamatan di Kelurahan Onto

BANTAENGNEWS.COM -BANTAENG, 13 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, melaksanakan program pengadaan dan pemasangan reflektor jalan serta peluncuran Modul Edukasi Keselamatan Jalan, Minggu (9/8/2026), Program tersebut merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk mendukung keselamatan pengguna jalan, khususnya pada sejumlah ruas yang memiliki kondisi menanjak, berkelok tajam, dan minim penerangan pada malam hari.

Kegiatan dilaksanakan di bawah supervisi Dosen Pembimbing Lapangan Novy Nur Rahmillah Ayu Mokobombang, S.T., M.T., Ph.D. Berdasarkan hasil observasi dan pemetaan lapangan, tim KKN-T memprioritaskan pemasangan reflektor pada dua lokasi yang dinilai membutuhkan perhatian, yakni tikungan tajam menjelang jembatan kecil di batas RW 9 Binamungan dan RW 10 Jambua, serta area tanjakan berkelok di wilayah RW 9 Binamungan.

Kondisi geometris jalan pada kedua lokasi tersebut dapat membatasi jarak pandang pengendara, terutama saat malam hari. Meskipun pada sejumlah titik telah tersedia guardrail, keterbatasan penerangan membuat batas jalan dan bentuk tikungan tidak selalu terlihat dengan jelas.

Untuk menjawab kondisi tersebut, mahasiswa memasang reflektor pada empat titik dengan memanfaatkan pipa PVC yang dilengkapi stiker reflektif. Material tersebut dipilih karena relatif sederhana, ekonomis, mudah dipasang, serta tidak membutuhkan sumber listrik.

Reflektor bekerja dengan memantulkan cahaya dari lampu kendaraan sehingga membantu memperjelas batas jalan dan arah tikungan dari jarak tertentu. Dengan demikian, pengendara diharapkan dapat lebih cepat mengenali kondisi jalan dan menyesuaikan kecepatan ketika melewati kawasan tersebut.

Seorang warga RW 9 Binamungan yang sehari-hari menggunakan jalur tersebut mengungkapkan bahwa kondisi jalan cukup menantang, terutama pada malam hari.

“Medan di sini menanjak lalu langsung menekuk. Kondisi malam sangat gelap tanpa lampu jalan. Saya sudah beberapa kali melihat pengendara motor oleng bahkan terperosok ke parit karena batas jalannya tidak terlihat. Setelah ada reflektor ini, jalur terlihat dari kejauhan sehingga warga bisa lebih cepat mengurangi kecepatan,” tuturnya.

Selain pemasangan fasilitas fisik, mahasiswa KKN-T 116 juga meluncurkan Modul Edukasi Keselamatan Jalan sebagai instrumen pendukung untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas.

Modul yang dikembangkan oleh Dinda Syifa Khairunnisa tersebut memuat analisis kondisi jalan, identifikasi lokasi rawan, studi kasus, serta prosedur operasional standar (SOP) pemeliharaan fasilitas secara berkala.

Tidak hanya memberikan edukasi kepada pengguna jalan, modul tersebut juga memuat skema keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fasilitas. Masyarakat didorong untuk menjaga reflektor, melakukan pemantauan, serta melaporkan apabila ditemukan kerusakan.

Pelibatan unsur masyarakat seperti Karang Taruna atau Pokdarwis, bersama pengurus RT/RW, juga diarahkan untuk mendukung pemantauan dan pemeliharaan fasilitas keselamatan jalan secara berkala.

Tim KKN-T 116 turut membangun sinergi dengan Pemerintah Kelurahan Onto dan tokoh masyarakat agar fasilitas yang telah dipasang tetap dimanfaatkan dan dirawat setelah masa pelaksanaan KKN berakhir.

Melalui program yang memadukan pemasangan reflektor dan edukasi keselamatan jalan tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap dapat membantu meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam menghadirkan solusi sederhana dan sesuai dengan kondisi lokal melalui pemanfaatan material yang mudah diperoleh serta pendekatan berbasis partisipasi masyarakat.