Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

KKN-T 116 Unhas Angkat Potensi Poteng Ubi Onto melalui Branding dan Pemasaran Digital

BANTAENGNEWS.COM -BANTAENG, 12 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Onto, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis pangan lokal melalui pendampingan produksi dan pemasaran poteng ubi.

Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan khas masyarakat melalui perbaikan standar produksi, penguatan identitas merek, pembaruan kemasan, serta pemanfaatan platform digital sebagai sarana pemasaran.

Poteng ubi merupakan salah satu pangan olahan fermentasi berbahan dasar ubi yang telah lama dikenal dan dikonsumsi masyarakat Kelurahan Onto. Namun, dalam pengembangannya, produk tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain proses produksi yang belum memiliki standar operasional prosedur (SOP) baku, kemasan yang belum seragam, serta pemasaran yang masih terbatas pada lingkungan sekitar.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-T 116 merancang program pendampingan yang mencakup penyusunan SOP produksi, pengembangan identitas merek, perbaikan kemasan, hingga strategi pemasaran berbasis digital.

Tim yang diketuai Atiqah Chandraningtyas bersama enam anggota, yakni Andi Abdul Hadi Roozzaaq Anwar, Dinda Syifa Khairunnisa, Eka Apriandi, Kezya Angella Pasang, Muhammad Ibrahim Basri, dan Salsabila, melaksanakan program tersebut di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Novy Nur Rahmillah Ayu Mokobombang, S.T., M.T., Ph.D.

Salah satu hasil utama dari pendampingan tersebut adalah lahirnya identitas produk dengan merek “Gambang Balap”. Produk tersebut dilengkapi dengan logo serta kemasan yang lebih standar, higienis, dan menarik secara visual.

Kemasan baru dibuat dalam ukuran yang lebih seragam dan dilengkapi label yang memuat informasi merek, kontak pemesanan, serta petunjuk penyimpanan. Pembaruan tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik produk sekaligus memberikan informasi yang lebih jelas kepada konsumen.

Ketua Tim KKN-T 116, Atiqah Chandraningtyas, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari potensi kuliner lokal yang telah lama berkembang di tengah masyarakat, tetapi belum memiliki identitas dan jangkauan pemasaran yang optimal.

“Poteng ubi ini sudah menjadi bagian dari keseharian warga Onto, tetapi belum banyak dikenal di luar Bantaeng. Kami ingin membantu agar produk ini memiliki identitas yang jelas, kemasan yang lebih layak jual, serta dapat menjangkau konsumen dari luar daerah melalui media sosial,” ujar Atiqah.

Pendampingan juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar. Mahasiswa membantu pelaku UMKM menyiapkan kanal promosi melalui Instagram dan WhatsApp Business, serta mendaftarkan lokasi usaha pada Google Maps agar lebih mudah ditemukan oleh calon konsumen.

Selain pengembangan produk dan pemasaran, tim KKN-T 116 melakukan uji coba pemasaran dalam skala terbatas. Tahap tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai respons konsumen terhadap produk dengan kemasan dan identitas baru.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa produk poteng ubi dengan merek “Gambang Balap” memperoleh respons positif dari masyarakat sekitar. Hal tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa penguatan identitas produk dan kemasan dapat menjadi strategi untuk meningkatkan daya tarik pangan lokal.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap “Gambang Balap” tidak hanya menjadi identitas baru bagi produk poteng ubi Kelurahan Onto, tetapi juga dapat berkembang sebagai produk unggulan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan jangkauan pasar lebih luas.

Pendampingan tersebut sekaligus diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produksi, mengembangkan strategi pemasaran yang berkelanjutan, serta memanfaatkan teknologi digital dalam memperkuat daya saing produk pangan lokal.

Program pengembangan UMKM poteng ubi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan KKN-T 116 Unhas di Kelurahan Onto yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan potensi ekonomi lokal berbasis produk pangan yang telah berkembang di tengah masyarakat.