BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 11 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116 Posko 1 mendorong penguatan keamanan pangan di Desa Bonto Rannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Upaya tersebut diawali melalui Seminar Program Kerja yang digelar pada Kamis, 9 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi ruang awal bagi mahasiswa untuk memaparkan sekaligus menyelaraskan program pengabdian dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi di Desa Bonto Rannu.

Seminar melibatkan pemerintah desa dan masyarakat. Salah satu fokus utama yang diangkat adalah keamanan pangan, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pangan di tingkat desa.
Koordinator Desa KKNT 116 Posko 1, Muh. Nurhidayat, mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan, mengatakan program yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada sosialisasi, tetapi juga diarahkan pada pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat.
“Program kerja utama dari Posko 1 terbagi menjadi dua fokus besar, yakni fasilitasi pendampingan bagi pelaku UMKM agar memenuhi standar higienitas, serta pelatihan dan pembentukan calon kader desa,” kata Muh. Nurhidayat, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurutnya, kader keamanan pangan yang nantinya dibentuk diharapkan dapat menjadi penggerak edukasi di tengah masyarakat. Para kader akan dibekali pengetahuan mengenai keamanan pangan sehingga dapat membantu mengedukasi warga mengenai pentingnya kebersihan, higienitas, serta keamanan dalam proses pengolahan hingga penyajian pangan.

Program ini juga menjadi bagian dari kolaborasi pengabdian mahasiswa bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelaku UMKM pangan, mengenai keamanan produk sekaligus aspek legalitas usaha.
Pendekatan pendampingan dinilai penting karena keamanan pangan tidak hanya berkaitan dengan proses memasak atau mengolah makanan. Aspek tersebut juga mencakup kebersihan lingkungan, higienitas peralatan dan bahan, cara penyimpanan, hingga kesadaran pelaku usaha dalam memenuhi ketentuan yang berlaku.
Melalui program tersebut, KKNT 116 Posko 1 menargetkan pelaku UMKM pangan di Desa Bonto Rannu dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produknya. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan turut membuka peluang bagi produk lokal untuk memiliki daya saing yang lebih baik.
Di sisi lain, pembentukan kader keamanan pangan diharapkan menjadi salah satu strategi untuk menjaga keberlanjutan edukasi di masyarakat. Dengan adanya kader lokal, pengetahuan yang diperoleh selama program pengabdian tidak berhenti setelah mahasiswa menyelesaikan masa penugasannya.

Program KKNT 116 Posko 1 ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, dan BPOM diharapkan mampu membangun fondasi ekosistem pangan desa yang lebih aman dan berkelanjutan.
Bukan sekadar menghadirkan kegiatan selama masa KKN, program ini diarahkan untuk meninggalkan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya lokal yang dapat terus bergerak setelah mahasiswa kembali dari lokasi pengabdian.













