BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG — Upaya mendorong Kelurahan Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng, menuju kawasan wisata yang maju dan terkelola terus dilakukan melalui penguatan data kewilayahan. Salah satunya diwujudkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui penyusunan Peta Profil Kelurahan Tappanjeng.
Peta tersebut dipaparkan sekaligus diserahkan kepada Pemerintah Kelurahan Tappanjeng dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Tappanjeng, Senin (10/8/2026).
Program ini menjadi salah satu kontribusi mahasiswa KKN Unhas dalam menyediakan data spasial yang dapat digunakan untuk mengenali kondisi wilayah secara lebih komprehensif. Peta profil tersebut memuat sebaran sarana dan prasarana, fasilitas publik, potensi ekonomi, hingga sejumlah titik yang memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata.
Dengan skala 1:2.500, Peta Profil Kelurahan Tappanjeng memvisualisasikan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari pusat pemerintahan di Kantor Lurah, fasilitas kesehatan seperti klinik, apotek, dan Posyandu, hingga fasilitas pendidikan dari jenjang PAUD sampai pesantren.
Peta tersebut juga merekam sejumlah landmark sosial dan keagamaan yang menjadi bagian dari karakter kawasan, termasuk keberadaan Masjid Raya Bantaeng dan Gereja Katolik Paroki Santa Maria de Fatima yang berada dalam satu kawasan.
Dalam konteks pengembangan wisata, sejumlah fasilitas olahraga dan ruang publik turut dipetakan, seperti Sport Center, GOR Futsal, dan Lapangan Hitam. Sementara itu, keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di kawasan pesisir dan sepanjang jalan utama turut menjadi bagian penting dalam pemetaan potensi ekonomi masyarakat.
Plataran Box juga ditandai sebagai salah satu ruang publik yang berpotensi dikembangkan untuk mendukung wisata kuliner dan ekonomi kreatif.
Perwakilan mahasiswa KKN Tematik Unhas, Andi Ahmad, mengatakan peta tersebut tidak dibuat sekadar sebagai penunjuk lokasi, tetapi diharapkan dapat menjadi instrumen awal dalam membaca potensi dan kebutuhan pembangunan wilayah.
“Peta Profil Kelurahan Tappanjeng ini membuktikan kesiapan infrastruktur dan besarnya denyut nadi ekonomi UMKM di sini. Harapan kami, peta ini dapat menjadi landasan data spasial bagi Pemerintah Kelurahan dalam merencanakan tata ruang, mengelola potensi wisata, serta memberdayakan ekonomi warga,” ujar Andi Ahmad.
Pemerintah Kelurahan Tappanjeng menyambut baik hasil program kerja tersebut. Penyerahan peta dalam format digital dilakukan secara simbolis oleh perwakilan mahasiswa KKN Unhas kepada Lurah Tappanjeng, Abd. Azis.
Abd. Azis menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN Unhas yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi pemerintah kelurahan.
“Pemetaan yang dilakukan adik-adik KKN Unhas ini sangat membantu kami. Dengan adanya gambaran spasial yang jelas mengenai sarana dan potensi UMKM, kelurahan dapat lebih mudah menyusun strategi pembangunan dan memperkuat branding Tappanjeng menuju Desa Wisata yang sesungguhnya,” tutur Abd. Azis.
Penyerahan Peta Profil Kelurahan Tappanjeng diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam pengelolaan wilayah berbasis data.
Ke depan, data spasial tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam perencanaan pembangunan, pengembangan potensi wisata, penguatan UMKM, serta peningkatan daya tarik ekonomi dan sosial Kelurahan Tappanjeng.
Dengan tersedianya data wilayah yang lebih terstruktur, pengembangan Tappanjeng sebagai kawasan wisata diharapkan tidak hanya bertumpu pada potensi yang dimiliki, tetapi juga pada perencanaan yang terukur dan berbasis kondisi riil di lapangan.













