Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Unhas Dorong Pertanian Berkelanjutan di Bonto Rannu melalui Pelatihan Produksi Biochar dari Limbah Sekam Padi

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pertanian dan Teknologi Tepat Guna Gelombang 116 Universitas Hasanuddin terus mendorong penerapan inovasi ramah lingkungan di sektor pertanian melalui pelatihan pembuatan biochar bagi petani di Desa Bonto Rannu, Kabupaten Bantaeng. Program ini menjadi bagian dari upaya transfer teknologi tepat guna yang berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian sekaligus pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan.

Pelatihan mengangkat pemanfaatan sekam padi sebagai bahan baku utama biochar. Selama ini, limbah sekam padi umumnya dibakar secara terbuka atau dibiarkan menumpuk setelah panen, sehingga belum memberikan nilai tambah bagi petani. Melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, mahasiswa KKN-T memperkenalkan teknik konversi sekam padi menjadi biochar menggunakan metode pembakaran terbatas (pirolisis), yang menghasilkan bahan pembenah tanah berkualitas tinggi.

Dalam sesi penyampaian materi, peserta memperoleh pemahaman mengenai manfaat biochar dalam meningkatkan kualitas lahan pertanian. Biochar diketahui mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tanah dalam menyimpan air dan unsur hara, mendukung aktivitas mikroorganisme, serta membantu menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Pemanfaatannya juga menjadi salah satu strategi pengelolaan limbah pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon dari pembakaran terbuka.

Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk penyuluhan, tetapi juga dilengkapi demonstrasi langsung proses produksi biochar mulai dari persiapan bahan, teknik pembakaran, hingga hasil akhir yang siap diaplikasikan di lahan pertanian. Pendekatan praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta sehingga teknologi yang diperkenalkan dapat direplikasi secara mandiri oleh petani.

Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung. Diskusi interaktif antara petani dan mahasiswa berkembang pada berbagai aspek, mulai dari teknik pembuatan, efektivitas penggunaan biochar pada berbagai komoditas, hingga peluang penerapannya sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi budidaya pertanian di tingkat desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Gelombang 116 Universitas Hasanuddin tidak hanya memperkenalkan inovasi teknologi tepat guna, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengembangkan praktik pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim. Pemanfaatan limbah sekam padi menjadi biochar diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi petani, mengurangi pencemaran lingkungan, serta memperkuat ketahanan sektor pertanian di Desa Bonto Rannu.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Hasanuddin dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 15 (Menjaga Ekosistem Daratan) melalui penerapan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.