Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Unhas Edukasi Masyarakat Gantarangkeke Olah Limbah Organik Menjadi Pupuk Kompos Takakura

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk Sosialisasi dan Demonstrasi “Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Kompos Takakura” di Kantor Kelurahan Gantarangkeke, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng, Rabu (22/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatannya menjadi pupuk kompos sebagai solusi ramah lingkungan yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Faiz Nugraha Lukman ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah organik sekaligus memperkenalkan metode pengomposan Takakura sebagai solusi sederhana, ramah lingkungan, dan ekonomis dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Program tersebut terlaksana atas dukungan Pemerintah Kelurahan Gantarangkeke dan dihadiri oleh Lurah Gantarangkeke beserta jajaran, kelompok tani, ibu rumah tangga, serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi dan demonstrasi.

Dalam pemaparannya, Faiz menjelaskan bahwa tingginya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia, disertai kenaikan harga pupuk dan dampaknya terhadap kualitas tanah, menjadi tantangan yang perlu direspons melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Di sisi lain, limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan masih banyak yang belum dimanfaatkan secara optimal sehingga berpotensi menambah volume sampah dan mencemari lingkungan.

Sebagai solusi, mahasiswa KKN memperkenalkan metode Takakura, yaitu teknik pengomposan rumah tangga yang praktis, tidak membutuhkan lahan luas, minim bau, dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Melalui metode ini, limbah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan kompos Takakura menggunakan keranjang kompos, kardus bekas, bantal sekam, kain penutup, starter mikroorganisme, dan bahan baku berupa limbah organik yang telah dicacah. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai indikator kompos yang telah matang, seperti berwarna cokelat kehitaman, bertekstur gembur, tidak berbau menyengat, serta memiliki aroma menyerupai tanah atau humus.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta mengenai teknik pengomposan dan pemanfaatan kompos pada lahan pertanian maupun pekarangan rumah. Lurah Gantarangkeke mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan pengelolaan limbah organik sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mendukung produktivitas pertanian.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, Faiz Nugraha Lukman menyerahkan satu paket Keranjang Kompos Takakura beserta perlengkapannya kepada salah seorang peserta dari kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang dapat dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Kelurahan Gantarangkeke semakin memahami pentingnya pengelolaan limbah organik menjadi pupuk kompos sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mewujudkan pertanian yang lebih berkelanjutan.

Program ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim).