Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Masyarakat Desa Kayu Loe untuk Cegah Penyebaran Hoaks

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 7 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu “Membangun Daya Kritis dan Literasi Digital Masyarakat sebagai Langkah Nyata Pencegahan Hoaks di Desa Kayu Loe” di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh Muh. Waliyyu Fadhlan Fadhlullah, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Hasanuddin, dengan melibatkan masyarakat Desa Kayu Loe sebagai peserta.

Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, menyaring, dan memverifikasi informasi yang diperoleh melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan. Hal tersebut dinilai penting seiring semakin cepatnya penyebaran informasi digital yang memungkinkan informasi tidak benar atau menyesatkan diterima dan disebarkan dalam waktu singkat.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengertian hoaks serta ciri-ciri informasi yang perlu diwaspadai, seperti sumber yang tidak jelas, judul provokatif, klaim tanpa bukti, maupun penggunaan foto dan video yang tidak sesuai konteks. Peserta juga diperkenalkan pada langkah sederhana untuk memeriksa kebenaran informasi melalui sumber resmi dan membandingkannya dengan sumber terpercaya lainnya.

Peserta kemudian diajak menganalisis sejumlah contoh informasi yang sering ditemukan di media sosial. Melalui sesi tersebut, masyarakat dilatih untuk memperhatikan sumber, konteks, dan isi informasi sebelum menentukan apakah informasi tersebut dapat dipercaya dan dibagikan.

Penanggung jawab program, Muh. Waliyyu Fadhlan Fadhlullah, menjelaskan bahwa literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan dalam menyikapi informasi secara kritis.

“Di tengah cepatnya arus informasi, kita perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber dan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai maupun membagikannya. Dengan begitu, kita tidak ikut menjadi bagian dari penyebaran hoaks,” ujarnya.

Waliyyu juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” dalam aktivitas digital sehari-hari. Kebiasaan sederhana seperti membaca informasi secara utuh, memeriksa sumber, dan membandingkan informasi dapat menjadi langkah awal untuk mencegah penyebaran berita palsu.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Desa Kayu Loe diharapkan mampu menjadi pengguna media digital yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab serta turut berperan dalam mengurangi penyebaran hoaks di lingkungan sekitar.