BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 5 Agustus 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi dan pembuatan lubang resapan biopori di SMAN 6 Bantaeng, Desa Bonto Tallasa, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, Kamis (23/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga sekolah mengenai pengelolaan limbah organik sekaligus mendorong penerapan teknologi sederhana yang mendukung pelestarian lingkungan.

Program ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN menghadirkan solusi melalui pemanfaatan lubang resapan biopori sebagai media pengolahan limbah organik menjadi kompos, sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah.
Kegiatan dipimpin oleh Aqiila Nabilaris, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Program Studi Kimia, Universitas Hasanuddin. Sosialisasi diikuti oleh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penyampaian materi secara interaktif mengenai konsep, manfaat, serta mekanisme kerja lubang resapan biopori dalam mendukung konservasi air dan pengelolaan sampah organik.

Selain memperoleh materi, peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori menggunakan pipa PVC sepanjang 50 sentimeter. Tahapan praktik meliputi penentuan lokasi, pemasangan pipa, hingga pemanfaatannya sebagai tempat pengolahan limbah organik.
Dalam sesi praktik, siswa diajak memasukkan sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), seperti kulit buah dan limbah organik lainnya, ke dalam lubang biopori yang telah dipasang. Selanjutnya, lubang ditutup menggunakan daun-daun kering untuk menjaga kelembapan, mempercepat proses dekomposisi, serta meminimalkan gangguan dari hewan maupun bau yang ditimbulkan selama proses penguraian berlangsung. Melalui praktik tersebut, peserta memperoleh pemahaman bahwa limbah organik memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan baik dan dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.

Program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan peningkatan pengetahuan dan kesadaran lingkungan bagi peserta didik, serta Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) melalui upaya konservasi tanah dan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan menjadi kebiasaan di lingkungan SMAN 6 Bantaeng. Pemanfaatan lubang resapan biopori diharapkan menjadi solusi sederhana yang mampu mengurangi timbulan limbah organik, meningkatkan kualitas lingkungan sekolah, serta mendukung terciptanya ekosistem yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.













