Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Unhas Hadirkan Biopori sebagai Solusi Resapan Air dan Pengelolaan Sampah Organik di Desa Bonto Salluang

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 31 juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Biopori: Solusi Resapan Air dan Pengelolaan Sampah Organik” di Desa Bonto Salluang, Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Minggu (26/7/2026). Program ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan lingkungan melalui penerapan teknologi sederhana, murah, dan mudah diaplikasikan sebagai upaya adaptasi terhadap perubahan iklim.

Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya konservasi air dan pengelolaan sampah organik kepada masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori serta pemasangan sejumlah titik biopori di lokasi yang telah ditentukan bersama Pemerintah Desa Bonto Salluang. Masyarakat juga dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan kegiatan sehingga memperoleh pemahaman sekaligus keterampilan praktis untuk menerapkan teknologi tersebut secara mandiri.

Lubang biopori berfungsi meningkatkan daya resap air hujan ke dalam tanah sehingga mampu mengurangi genangan dan potensi limpasan permukaan yang dapat memicu erosi. Selain itu, lubang tersebut dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi kompos alami. Dengan demikian, penerapan biopori tidak hanya mendukung konservasi sumber daya air, tetapi juga mengurangi volume sampah organik yang dibakar atau dibuang sembarangan serta menghasilkan pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman.

Program ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan, Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan Tujuan 15 tentang Menjaga Ekosistem Daratan. Melalui implementasi biopori, mahasiswa KKN-T berupaya mendorong lahirnya budaya masyarakat yang lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan melalui tindakan nyata yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Penanggung jawab program kerja, Alfiah Indra Amaliah, menjelaskan bahwa biopori merupakan solusi sederhana yang mampu menjawab dua persoalan lingkungan sekaligus, yakni rendahnya daya resap air dan meningkatnya volume sampah organik rumah tangga.

«“Biopori merupakan inovasi sederhana yang mampu meningkatkan resapan air sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos. Harapannya, masyarakat dapat menerapkan teknologi ini secara berkelanjutan sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan desa,” ujarnya.»

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bonto Salluang. Kepala Desa Bonto Salluang, Marsuki, S.Sos, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Hasanuddin yang menghadirkan program berbasis solusi terhadap permasalahan lingkungan di desa.

«“Lubang biopori ini sangat baik jika dibuat di sekitar tanaman atau pohon karena air hujan yang meresap dapat langsung dimanfaatkan oleh akar tanaman. Selain itu, kompos yang dihasilkan dari sampah organik di dalam lubang biopori juga menjadi sumber nutrisi alami sehingga tanaman dapat tumbuh lebih subur. Saya berharap program ini dapat diterapkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, baik bagi tanaman maupun bagi kelestarian lingkungan,” ungkapnya.»

Kolaborasi antara mahasiswa KKN-T, Pemerintah Desa Bonto Salluang, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat. Penerapan biopori menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan desa terhadap dampak perubahan iklim sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, hijau, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-T Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap teknologi biopori dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari gerakan konservasi air dan pengelolaan sampah organik. Dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Desa Bonto Salluang diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi tantangan perubahan iklim serta mampu menciptakan lingkungan yang sehat bagi generasi mendatang.