BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 31 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja bertajuk “Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik Melalui Pembuatan Lubang Resapan Organik (LRO)” di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, pada Selasa (28/7/2026). Program ini merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas warga dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Kegiatan ini dirancang sebagai bentuk edukasi sekaligus praktik langsung penerapan teknologi sederhana yang mudah diadopsi masyarakat. Melalui pemanfaatan Lubang Resapan Organik (LRO), sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi kompos alami, sementara daya resap air ke dalam tanah meningkat sehingga membantu mengurangi potensi genangan, memperbaiki kualitas tanah, serta mendukung kelestarian lingkungan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pengelolaan sampah organik dari sumbernya, manfaat Lubang Resapan Organik, serta perannya dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Setelah itu, mahasiswa bersama pemerintah desa dan masyarakat melakukan praktik pembuatan LRO di sejumlah titik yang telah disepakati. Warga juga memperoleh pendampingan mengenai pemanfaatan dan pemeliharaan LRO agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Penanggung jawab program kerja, Lusi Cantika, menjelaskan bahwa Lubang Resapan Organik merupakan solusi sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan yang dapat diterapkan oleh masyarakat dalam mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga.
“Melalui pembuatan Lubang Resapan Organik, masyarakat tidak hanya diajarkan cara mengolah sampah organik menjadi kompos, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan resapan air di sekitar permukiman. Kami berharap program ini dapat terus diterapkan secara mandiri oleh masyarakat,” ujar Lusi Cantika.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Kayu Loe dan partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi tersebut tercermin melalui keterlibatan warga dalam proses penggalian lubang, pengisian sampah organik, hingga pemahaman mengenai pemeliharaan LRO sebagai upaya menjaga keberlanjutan program.

Kepala Desa Kayu Loe, Naim, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin yang menghadirkan solusi praktis dalam pengelolaan sampah organik di tingkat desa.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan baru tentang cara mengelola sampah organik dengan mudah dan ramah lingkungan. Kami berharap kebiasaan ini dapat terus diterapkan sehingga lingkungan desa menjadi lebih bersih, sehat, dan bebas dari penumpukan sampah organik,” tuturnya.
Program kerja ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penerapan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Melalui program Optimalisasi Pengelolaan Sampah Organik Melalui Pembuatan Lubang Resapan Organik (LRO), mahasiswa KKN Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah organik secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pembangunan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.













