Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Masyarakat Olah Limbah Ternak Menjadi Briket Energi Alternatif

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 30 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja individu bertajuk “Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Briket Berbasis Limbah Kotoran Ternak sebagai Solusi Pengolahan Limbah dan Energi Alternatif di Desa Papanloe.” Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (28/7/2026) di Desa Papanloe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng.

Program kerja ini diinisiasi oleh Muhammad Ramzy Firamulia, mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, sebagai upaya mendorong pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk yang bernilai guna sekaligus memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Program tersebut lahir dari hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa limbah peternakan, khususnya feses sapi, masih tersedia dalam jumlah melimpah di Desa Papanloe, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan edukasi dan pelatihan pembuatan briket sebagai salah satu solusi pengolahan limbah yang ramah lingkungan sekaligus sumber energi alternatif.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah peternakan secara berkelanjutan. Peserta memperoleh penjelasan tentang karakteristik limbah ternak, manfaat feses sapi sebagai bahan baku briket, hingga potensi pengembangan briket sebagai bahan bakar alternatif yang ekonomis, mudah diproduksi, dan ramah lingkungan.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan praktik pembuatan briket. Peserta mendapatkan pendampingan secara langsung mulai dari persiapan bahan baku berupa feses sapi yang telah dikeringkan, proses pengeringan lanjutan menggunakan kompor dan wajan, pencampuran dengan bahan perekat, pencetakan briket, hingga proses pengeringan akhir sebelum briket siap digunakan.

Melalui pelatihan tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep pengolahan limbah, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan secara mandiri. Briket berbahan dasar limbah ternak dinilai memiliki potensi sebagai energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, mengajukan pertanyaan, serta berdiskusi mengenai teknik pembuatan, kualitas briket, efisiensi pembakaran, hingga peluang pengembangan usaha dari produk tersebut. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya pengelolaan limbah yang produktif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan program kerja ini mendapat arahan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Kegiatan (DPK), Dr. Syaribulan, S.Si., M.Si., yang senantiasa memberikan masukan agar setiap tahapan kegiatan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Papanloe dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah peternakan menjadi produk yang bernilai tambah, sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik, pengembangan energi alternatif, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.