BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG – Sebuah pohon yang ditanam hari ini bukan hanya tentang hasil panen di masa depan, tetapi juga menjadi investasi harapan, kemandirian ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Senin, 13 juli 2026
Pengembangan tanaman buah melalui sistem kebun campur, seperti durian dan rambutan, menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan nilai ekonomi lahan pertanian. Selain menghasilkan buah bernilai jual tinggi, kebun campur juga berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan melalui keberagaman tanaman.
Penyuluh Pertanian BPP Eremerasa Kabupaten Bantaeng, Andi Kaimal Ahmad, menyampaikan bahwa keberhasilan budidaya tanaman buah tidak hanya ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga oleh pemahaman petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.
Menurut Andi Kaimal Ahmad, edukasi selanjutnya yang perlu dipahami masyarakat adalah mengenai faktor penting dalam produksi buah agar tanaman mampu menghasilkan buah dengan mutu dan produktivitas yang optimal.
“Faktor penting dalam produksi buah harus menjadi perhatian petani, mulai dari keunggulan varietas, mutu benih yang baik, penanaman yang benar, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan pascapanen yang memadai. Semua tahapan tersebut memiliki peran dalam menentukan kualitas hasil buah yang akan diperoleh,” ujar Andi Kaimal Ahmad.
Ia menjelaskan, tanaman buah membutuhkan proses panjang dan perawatan yang berkelanjutan. Petani harus memiliki kesabaran serta konsistensi dalam menjaga pertumbuhan tanaman, karena pohon yang dirawat dengan baik akan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.
“Jangan melihat tanaman buah hanya sebagai tanaman biasa. Setiap bibit yang ditanam merupakan investasi masa depan. Dengan perawatan yang baik, tanaman tersebut dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus warisan bagi generasi berikutnya,” ungkapnya.
Namun, dalam pengembangan tanaman buah di Indonesia masih terdapat berbagai tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Salah satunya adalah keterbatasan sumber indukan unggul untuk dikembangkan menjadi bibit berkualitas. Selain itu, intensitas pemeliharaan pohon di tingkat petani masih perlu ditingkatkan agar potensi produksi dapat tercapai secara maksimal.
Andi Kaimal Ahmad menilai, peningkatan pengetahuan dan pendampingan pertanian menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Petani perlu terus belajar dan menerapkan inovasi agar mampu menghasilkan produk buah yang memiliki kualitas serta daya saing.
“Pertanian adalah proses membangun masa depan. Apa yang kita tanam hari ini akan menjadi manfaat bagi kehidupan di kemudian hari. Karena itu, mari terus belajar dan meningkatkan kualitas budidaya tanaman buah,” tambahnya.
Penyuluh BPP Eremerasa Kabupaten Bantaeng akan terus menyampaikan edukasi pertanian berikutnya, termasuk mengenai tantangan penyediaan bibit tanaman buah-buahan di Indonesia, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengembangan hortikultura yang berkelanjutan.
Dengan semangat menanam, merawat, dan berinovasi, kebun buah bukan hanya menjadi lahan produksi, tetapi juga menjadi simbol harapan menuju peningkatan kesejahteraan petani.
Andi Kaimal Ahmad menegaskan bahwa edukasi pertanian kepada masyarakat tidak berhenti pada pembahasan budidaya durian dan rambutan di kebun campur. Menurutnya, masih banyak materi penting yang perlu dipahami petani agar mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
“Pada edukasi selanjutnya, kami akan membahas tantangan penyediaan bibit tanaman buah-buahan di Indonesia. Materi ini penting agar petani mengetahui mengapa ketersediaan bibit unggul masih menjadi tantangan, sekaligus memahami langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk memperoleh bibit berkualitas sebagai fondasi keberhasilan usaha tani. Semoga edukasi yang kami hadirkan secara bersambung dapat menjadi tambahan ilmu dan memotivasi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor hortikultura,” tutup Andi Kaimal Ahmad.













