BANTAENGNEWSCOM – BANTAENG – Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Bantaeng, Aidil Adha, mengajak seluruh pengurus dan anggota HNSI di berbagai daerah untuk menyukseskan Musyawarah Daerah (MUSDA) HNSI Sulawesi Selatan yang akan berlangsung di Makassar pada 20–21 Juni 2026.
Menurut Aidil Adha, MUSDA bukan hanya agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis yang memiliki nilai penting dalam memperkuat konsolidasi kelembagaan, merumuskan arah kebijakan organisasi, serta menyatukan visi perjuangan nelayan dalam menghadapi berbagai tantangan sektor kelautan dan perikanan yang semakin kompleks. Kamis, 18 Juni 2026
Ia menjelaskan bahwa keberadaan organisasi nelayan yang kuat dan adaptif menjadi kebutuhan penting di tengah perubahan iklim, dinamika ekonomi pesisir, perkembangan teknologi penangkapan ikan, hingga tantangan tata kelola sumber daya kelautan yang berkelanjutan. Karena itu, MUSDA diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner serta program kerja yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan nelayan.
“Musyawarah Daerah merupakan sarana demokrasi organisasi yang sangat penting. Dari forum ini diharapkan lahir gagasan, kebijakan, dan kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan nelayan sekaligus memperkuat posisi HNSI sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” ujar Aidil Adha.
Secara kelembagaan, forum musyawarah daerah memiliki peran penting dalam melakukan evaluasi organisasi, menyusun program kerja, memperkuat legalitas kepengurusan, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang berpihak kepada kepentingan nelayan. Berbagai MUSDA HNSI di sejumlah daerah juga menempatkan penguatan organisasi dan peningkatan kesejahteraan nelayan sebagai agenda utama organisasi.
Aidil Adha menilai bahwa Sulawesi Selatan sebagai salah satu wilayah maritim terbesar di Indonesia memiliki potensi perikanan yang sangat besar. Oleh karena itu, kolaborasi antara organisasi nelayan, pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar pembangunan sektor perikanan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
Ia juga mengajak seluruh peserta MUSDA untuk mengedepankan semangat persatuan, kebersamaan, dan musyawarah dalam menentukan arah organisasi ke depan. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam forum organisasi merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus diarahkan untuk menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan HNSI dan nelayan Sulawesi Selatan.
“Mari kita jadikan MUSDA HNSI Sulawesi Selatan tahun 2026 sebagai momentum memperkuat solidaritas, memperluas kolaborasi, dan mempertegas komitmen perjuangan bagi kesejahteraan nelayan. Organisasi yang solid akan mampu bergerak lebih efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir,” tegasnya.
Dengan mengusung semangat “HNSI Sulsel: Solid, Bergerak, dan Berdampak,” MUSDA HNSI Sulawesi Selatan 2026 diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kapasitas organisasi, memperjuangkan aspirasi nelayan, serta mendukung pembangunan kelautan dan perikanan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.













