Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Petakan Titik Rawan Bahaya, Mahasiswa KKN-T 116 Unhas Dorong Keselamatan Jalur Wisata Balla Tujua Berbasis HIRA

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 9 Agustus 2026 — Keselamatan pengguna jalan di kawasan wisata menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Onto, Kabupaten Bantaeng.

Melalui program kerja bertajuk “Penetapan Prioritas Risiko dan Evaluasi Status Penanganan Keselamatan Jalur Wisata Balla Tujua Berbasis HIRA”, mahasiswa melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan bahaya di sepanjang jalur menuju destinasi wisata Balla Tujua.

Kegiatan diawali dengan observasi lapangan secara bertahap dari RW 1 hingga RW 14. Pada setiap wilayah, mahasiswa melakukan survei dan identifikasi terhadap delapan kategori potensi bahaya, yakni tikungan tajam, tanjakan atau turunan curam, jalan berlubang, jalan retak atau licin, jalur tanpa pembatas di dekat jurang atau lereng, area rawan longsor, jalan tanpa penerangan, serta kategori bahaya lainnya.

Setiap titik yang ditemukan kemudian dicatat dan dihitung untuk mengetahui jumlah titik rawan. Selanjutnya, tingkat prioritas penanganan ditentukan menggunakan pendekatan Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA).

Metode HIRA digunakan untuk mengevaluasi risiko secara sistematis, mulai dari proses identifikasi bahaya, penilaian tingkat keparahan dan kemungkinan terjadinya kecelakaan, hingga penentuan skala prioritas penanganan pada setiap titik.

Data hasil pemetaan dari seluruh RW kemudian diolah dan disusun dalam bentuk jurnal. Softfile jurnal tersebut nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah Kelurahan Onto sebagai bahan dokumentasi sekaligus acuan dalam pengambilan kebijakan terkait keselamatan jalur wisata.

Berdasarkan hasil pemetaan, mahasiswa menyusun dua bentuk tindak lanjut mitigasi risiko. Pertama, mitigasi langsung, berupa pemasangan patok reflektor jalan pada sejumlah titik tikungan dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan program KKN lainnya. Mahasiswa juga memberikan tanda menggunakan piloks (spray paint) pada permukaan jalan yang berlubang sebagai peringatan visual bagi pengguna jalan.

Kedua, rekomendasi kebijakan dengan mengelompokkan titik bahaya berdasarkan status penanganannya. Titik yang telah masuk dalam program penanganan pemerintah dikategorikan sebagai “dilanjutkan pemerintah”, sementara titik yang belum tertangani disusun dalam bentuk rekomendasi tertulis kepada Pemerintah Kelurahan Onto untuk ditindaklanjuti dalam jangka panjang.

Salah satu anggota Tim KKN-T 116 Posko Kelurahan Onto, Muhammad Zahran, mengatakan bahwa program tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi akses menuju kawasan wisata Balla Tujua yang masih memiliki sejumlah titik berisiko bagi pengguna jalan.

“Saya melihat Balla Tujua memiliki potensi objek wisata yang sebenarnya sangat bisa dikembangkan, tetapi akses jalan menuju ke sana masih tergolong sulit dan berisiko bagi pengendara. Dari situ saya memilih untuk melaksanakan program HIRA ini, dengan harapan hasil pemetaan risiko yang kami lakukan dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah, sekaligus memastikan para wisatawan lebih aman saat berkendara menuju lokasi wisata,” jelasnya.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN-T 116 Unhas berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan keselamatan jalur wisata Balla Tujua. Pemetaan yang dilakukan juga diharapkan dapat membangun basis data risiko yang dapat dimanfaatkan pemerintah kelurahan dalam merencanakan perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan.

Dengan pendekatan berbasis data, hasil pemetaan diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas penanganan titik rawan secara berkelanjutan.

Upaya tersebut diharapkan mampu meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang melintasi jalur menuju kawasan wisata Balla Tujua.