BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG, 11 Agustus 2026 — Digitalisasi pelayanan publik mulai didorong hingga tingkat kelurahan. Di Kelurahan Tappanjeng, Kabupaten Bantaeng, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Desa Wisata Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menghadirkan inovasi layanan persuratan berbasis formulir online untuk memudahkan masyarakat mengakses pelayanan administrasi.
Program bertajuk “Digitalisasi Layanan Persuratan Kelurahan Berbasis Formulir Online” tersebut merupakan program kerja individu mahasiswa KKN Unhas, Sofita Febriandani Khairunnisa, yang dipaparkan kepada Pemerintah Kelurahan Tappanjeng dalam kegiatan di Aula Kantor Kelurahan Tappanjeng.
Inovasi tersebut lahir dari hasil observasi terhadap proses pelayanan administrasi yang selama ini masih mengharuskan masyarakat datang langsung ke kantor kelurahan untuk mengisi data sebelum surat yang dibutuhkan diproses.
Kondisi itu dinilai berpotensi menimbulkan antrean, terutama karena kapasitas ruang pelayanan Kantor Kelurahan Tappanjeng terbatas dan belum memiliki ruang tunggu yang memadai.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unhas merancang sistem pengajuan surat secara daring menggunakan Google Form yang diintegrasikan ke dalam website profil Kelurahan Tappanjeng.
Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat mengakses website kelurahan, memilih jenis surat yang dibutuhkan, kemudian mengisi data administrasi secara online melalui tautan atau QR Code yang telah disediakan.
Dengan mekanisme ini, data masyarakat dapat diterima lebih awal oleh perangkat kelurahan sebelum warga datang ke kantor. Perangkat kelurahan juga dapat mempersiapkan administrasi lebih awal sehingga proses pelayanan diharapkan menjadi lebih cepat dan tertata.
Sofita menegaskan, inovasi tersebut tidak mengubah prosedur pelayanan yang telah ditetapkan pemerintah kelurahan. Sistem online hanya menjadi sarana untuk mempersingkat tahapan awal pengurusan administrasi.
“Masyarakat tetap datang ke kantor kelurahan untuk proses verifikasi dan pengambilan surat sesuai ketentuan yang berlaku. Perbedaannya, data administrasi sudah diisi terlebih dahulu secara online, sehingga waktu pelayanan menjadi lebih singkat dan perangkat kelurahan dapat mempersiapkan administrasi lebih awal,” ujar Sofita.
Dalam proses pengembangannya, program tersebut diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Kelurahan Tappanjeng untuk mengidentifikasi jenis surat yang paling sering diajukan masyarakat, termasuk persyaratan yang harus dipenuhi.
Setelah itu, mahasiswa menyusun formulir digital berdasarkan jenis layanan serta membuat halaman awal yang memuat pilihan berbagai jenis surat. Masyarakat kemudian diarahkan ke formulir sesuai kebutuhan layanan yang dipilih.
Sosialisasi program mulai dilakukan ke tingkat RT dan RW se-Kelurahan Tappanjeng sejak 9 Agustus 2026. Untuk memperluas akses, QR Code menuju formulir pengajuan surat juga ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti Kantor Kelurahan Tappanjeng, rumah ketua RT dan RW, serta beberapa fasilitas umum di wilayah Tappanjeng.
Penyebaran QR Code tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah mengetahui dan memanfaatkan layanan persuratan online tanpa harus terlebih dahulu datang ke kantor kelurahan hanya untuk memperoleh informasi mengenai proses pengajuan.
Pemerintah Kelurahan Tappanjeng menyambut baik inovasi yang diinisiasi mahasiswa KKN Unhas tersebut. Lurah Tappanjeng, Abd. Azis, menilai program tersebut sejalan dengan upaya pemerintah kelurahan meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan teknologi digital.
“Kami menyambut baik inisiatif adik-adik KKN Unhas ini. Program seperti ini sangat mendukung upaya kami mendorong digitalisasi pelayanan di Kelurahan Tappanjeng, sekaligus membantu perangkat kelurahan bekerja lebih efisien dalam melayani masyarakat,” tutur Abd. Azis.
Kehadiran sistem persuratan berbasis formulir online ini menjadi langkah sederhana dalam mendorong transformasi pelayanan publik di tingkat kelurahan. Selain mempermudah masyarakat dalam tahap awal pengajuan administrasi, inovasi tersebut juga mengoptimalkan website profil Kelurahan Tappanjeng agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi mulai diarahkan menjadi salah satu kanal pelayanan publik.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Unhas berharap pemanfaatan teknologi digital dapat terus dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat dan kapasitas pemerintah kelurahan, sehingga pelayanan administrasi dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan mudah diakses.













