Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

Setelah DPD RI Awards, Inovasi A’Lamung Bine Mengantarkan Bantaeng ke Ajang Nasional I-SIM 2026.

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG — Kabar membanggakan kembali datang dari sektor pertanian Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Inovasi A’Lamung Bine (Adaptasi Layanan Mandiri Benih Unggul Berbasis Teknologi) yang dikembangkan oleh UPT Balai Benih Tanaman Pangan (BBTP), Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng, kembali mendapat ruang dalam ajang nasional. Selasa, 27 Oktober 2026

Setelah sebelumnya berhasil masuk dalam DPD RI Awards 2026, inovasi A’Lamung Bine kini turut mengantarkan Kabupaten Bantaeng berpartisipasi dalam Integrated Sustainability Indonesia Movement (I-SIM) 2026. Ajang ini mendorong kontribusi pemerintah daerah dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui kanal resmi I-SIM 2026, sebanyak 82 kota dan 108 kabupaten tercatat sebagai peserta. Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu dari 108 kabupaten tersebut.

Keikutsertaan Bantaeng semakin bermakna karena salah satu program unggulan yang didaftarkan adalah A’Lamung Bine, sebuah inovasi pelayanan pertanian yang berorientasi pada kemandirian benih, pemberdayaan petani penangkar, serta penguatan ekonomi pertanian daerah.

Dari Sawah Petani Menuju Panggung Nasional

A’Lamung Bine lahir dari kebutuhan nyata petani terhadap ketersediaan benih padi unggul, berkualitas, dan berkelanjutan.

Melalui inovasi ini, UPT BBTP membangun pola kemitraan yang menghubungkan petani penangkar, pemerintah daerah, mitra penyerapan hasil, hingga petani pengguna benih.

Dalam pelaksanaannya, petani penangkar memperoleh dukungan berupa benih sumber sebanyak 30 kilogram per hektare, bantuan pupuk sebanyak dua zak per hektare, serta pendampingan teknis selama proses budi daya.

Tidak berhenti pada bantuan sarana produksi, program ini juga mengembangkan mekanisme penyerapan hasil penangkaran untuk diproses menjadi benih padi yang dapat dimanfaatkan kembali oleh petani.

Pola tersebut diharapkan mampu membentuk ekosistem perbenihan daerah yang lebih mandiri, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan petani dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Dalam dokumen program unggulan yang didaftarkan pada I-SIM 2026, A’Lamung Bine diarahkan untuk mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya:

  • SDGs 2 – Tanpa Kelaparan, melalui penguatan ketahanan pangan dan ketersediaan benih unggul.
  • SDGs 8 – Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan kemitraan penangkaran dan penguatan ekonomi petani.

Dengan pendekatan tersebut, inovasi A’Lamung Bine tidak hanya berfokus pada produksi benih, tetapi juga pada pembangunan sistem pelayanan pertanian yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Dua Momentum Nasional pada Tahun 2026

Masuknya A’Lamung Bine dalam 50 besar DPD RI Awards 2026 dan tercatatnya program tersebut dalam partisipasi I-SIM 2026 menjadi dua momentum penting bagi pengembangan inovasi pertanian Kabupaten Bantaeng.

Kedua momentum ini menunjukkan bahwa inovasi yang tumbuh dari kebutuhan petani di tingkat daerah memiliki kesempatan untuk diperkenalkan dalam ruang yang lebih luas di tingkat nasional.

Ke depan, penguatan kelembagaan penangkar, peningkatan mutu benih, pemanfaatan teknologi, serta perluasan kemitraan diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan A’Lamung Bine secara berkelanjutan.

Sebutir Benih, Seribu Harapan

Bagi UPT BBTP, keberhasilan menghadirkan inovasi di tingkat nasional bukanlah tujuan akhir, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada petani.

Melalui semangat “Sebutir Benih, Seribu Harapan”, A’Lamung Bine diharapkan terus berkembang menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan kemandirian benih padi di Kabupaten Bantaeng.

Dari tangan petani penangkar dan hamparan sawah Bantaeng, tumbuh harapan agar pertanian daerah semakin mandiri, produktif, dan berdaya saing.

A’Lamung Bine — dari Bantaeng untuk pertanian Indonesia.