Mohon Perhatian
Wartawan dan Crew Media Online BantaengNews.com tidak menerima imbalan apapun dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pewarta serta dalam menjalankan tugas-tugasnya dilindungi oleh Undang-undang Pers No. 40 Tahun 1999

SMA Negeri 1 Bantaeng Jadi Titik Pantau Adipura 2026, Perkuat Budaya Sekolah Bersih dan Hijau

BANTAENGNEWS.COM – BANTAENG — SMA Negeri 1 Bantaeng menyatakan kesiapan mendukung penilaian Adipura Kabupaten Bantaeng tahun 2026 setelah ditetapkan sebagai salah satu titik pantau. Penetapan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen sekolah dalam menjaga kebersihan, mengembangkan lingkungan hijau, serta membudayakan perilaku peduli lingkungan di kalangan warga sekolah. Rabu, 14 Oktober 2026

Kepala SMA Negeri 1 Bantaeng, Dr. Wahid Hidayat, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya.

Menurutnya, SMA Negeri 1 Bantaeng memiliki pengalaman dalam pengelolaan lingkungan sekolah yang dibuktikan dengan keberhasilannya meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri Tingkat Nasional. Prestasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama seluruh warga sekolah, dukungan jajaran pimpinan, serta pendampingan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng.

“Keberhasilan meraih Adiwiyata Mandiri tingkat nasional bukanlah hasil kerja satu atau dua orang, melainkan buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim sekolah, dukungan Kepala Tata Usaha, seluruh wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik yang telah mengambil peran dalam membangun budaya peduli lingkungan,” ujar Wahid.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Ibu Nur Asri, S.Pd., M.Pd., selaku ketua tim Adiwiyata sekolah, yang bersama seluruh anggota tim telah mengoordinasikan berbagai upaya pembenahan dan pengembangan lingkungan sekolah.

Apresiasi juga diberikan kepada seluruh wakil kepala sekolah, khususnya Wakil Kepala Sekolah yang berperan dalam mendorong keterlibatan peserta didik untuk membangun kebiasaan positif, termasuk menjaga kebersihan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Apresiasi untuk Pendampingan Dinas Lingkungan Hidup

Wahid juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng beserta jajarannya yang telah menurunkan tim pendamping untuk membantu sekolah membenahi dan mengembangkan pengelolaan lingkungan.

Pendampingan tersebut mencakup penataan lingkungan sekolah, pembuatan lubang biopori, pengelolaan dan pemanfaatan greenhouse, serta pengolahan sampah melalui bank sampah sekolah.

Menurutnya, pendampingan tersebut memberikan manfaat nyata, tidak hanya dalam meningkatkan kualitas lingkungan fisik sekolah, tetapi juga memperkuat pengetahuan dan keterampilan warga sekolah dalam menerapkan prinsip pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantaeng yang telah memberikan pendampingan dan berbagi pengetahuan kepada kami. Kolaborasi ini sangat berarti dalam membangun lingkungan sekolah yang lebih tertata, hijau, dan berkelanjutan. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjaga,” tambahnya.

Gerakan Nyata Membangun Sekolah Bersih dan Hijau

Sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan, SMA Negeri 1 Bantaeng telah menerapkan sejumlah kebiasaan positif. Di antaranya adalah gerakan membawa tumbler dan wadah makanan dari rumah untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Sekolah juga menjalankan gerakan peduli sampah plastik dengan mendorong peserta didik mengumpulkan dan menyetorkan sampah plastik di gerbang sekolah. Gerakan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkannya.

Selain itu, kegiatan pembersihan lingkungan dilaksanakan secara rutin untuk menjaga kebersihan ruang kelas, halaman, taman, dan fasilitas sekolah lainnya.

SMA Negeri 1 Bantaeng juga mendukung program Toilet Bersih yang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kebersihan toilet dan sanitasi sekolah menjadi perhatian penting dalam mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

Pada aspek penghijauan, sekolah mengembangkan taman-taman di depan ruang kelas, memperluas pemanfaatan ruang terbuka hijau, serta mengoptimalkan dua greenhouse sebagai bagian dari edukasi dan pelestarian lingkungan.

Keberadaan bank sampah juga menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi peserta didik untuk mengenal pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah secara lebih bertanggung jawab.

Festival Generasi Hijau, Inovasi Edukasi Lingkungan bagi Pelajar

Komitmen SMA Negeri 1 Bantaeng terhadap pelestarian lingkungan juga diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Generasi Hijau (FGH) yang baru-baru ini sukses dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bantaeng.

Festival tersebut diselenggarakan dalam lingkup wilayah lima di Provinsi Sulawesi Selatan dan menjadi ruang kolaborasi, kreativitas, serta edukasi lingkungan bagi generasi muda.

Wahid menjelaskan bahwa Festival Generasi Hijau lahir dari gagasan inovatif sekolah untuk menghadirkan pendekatan yang lebih menarik dalam membangun kesadaran lingkungan di kalangan pelajar.

Melalui festival tersebut, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya disampaikan melalui imbauan, tetapi juga diwujudkan dalam kegiatan yang mendorong partisipasi, kreativitas, dan kolaborasi peserta didik.

“Festival Generasi Hijau merupakan salah satu gagasan yang kami kembangkan untuk membangun kesadaran lingkungan dengan melibatkan generasi muda secara aktif. Kami ingin peserta didik tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu mengambil bagian dalam gerakan nyata untuk mewujudkannya,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat Adiwiyata yang menempatkan kepedulian lingkungan sebagai bagian penting dari pendidikan karakter dan pembelajaran di sekolah.

Budaya TERBAIK sebagai Identitas Sekolah

Berbagai program tersebut diperkuat dengan penerapan budaya TERBAIK, yang merupakan akronim dari Tertib, Etis, Ramah, Berprestasi, Adaptif, Inovatif, dan Kolaboratif.

Budaya ini menjadi pedoman dalam membangun karakter seluruh warga sekolah, termasuk dalam menjaga kebersihan, menegakkan kedisiplinan, mengembangkan inovasi, dan memperkuat kerja sama.

Bagi SMA Negeri 1 Bantaeng, budaya peduli lingkungan tidak cukup hanya diwujudkan melalui sarana fisik, tetapi harus menjadi kebiasaan yang tumbuh dari kesadaran setiap warga sekolah.

Siap Mendukung Bantaeng Meraih Adipura 2026

Wahid berharap, keterlibatan SMA Negeri 1 Bantaeng sebagai titik pantau dapat memberikan kontribusi positif bagi Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan meraih penghargaan Adipura tahun 2026.

Ia menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan dan penghijauan sekolah akan terus dilaksanakan secara konsisten, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan penilaian, melainkan sebagai bagian dari tanggung jawab pendidikan dalam membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bantaeng atas kepercayaan yang diberikan dan kepada Dinas Lingkungan Hidup atas pendampingannya. Kami juga mengapresiasi seluruh tim sekolah yang telah bekerja bersama membangun budaya peduli lingkungan,” tuturnya.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sekolah dapat mengambil peran strategis dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan. Bagi kami, kebersihan bukan sekadar kebutuhan penilaian Adipura, melainkan karakter dan tanggung jawab bersama,” tutup Wahid.